Becik Ketitik Olo Ketoro

0 Comments


Gambar : Dokumentasi pribadi


Bagi masyarakat Jawa, kalimat ’ becik ketitik olo ketoro ‘’ tentu sudah tidak asing . Kalimat tersebut merupakan salah satu filosofi dalam bahasa Jawa yang sering dijadikan sebagai bahan refleksi atau perenungan. ‘’ Becik ketitik olo ketoro ‘’ mengandung makna bahwa ‘’ yang baik akan kelihatan dan yang buruk akan ketahuan pada waktunya.’’ Meskipun ditutupi serapat mungkin, segala perbuatan yang disembunyikan suatu saat pasti akan diketahui oleh orang lain. Kalimat tersebut mengandung pesan yang mendalam bagi siapa saja yang mendengarnya dan tentu saja diharapkan agar berhati-hati dalam berucap, bertindak dan berperilaku. Setiap tindakan yang dilakukan walaupun mungkin orang lain tidak melihat tetapi jika waktunya tiba pasti akan ketahuan dan terutama Tuhan pasti tahu setiap perbuatan yang dilakukan manusia.

Kalimat ‘’ becik ketitik olo ketoro ‘’ sudah saya dengar waktu saya masih kecil, pada saat saya menyaksikan pertunjukkan wayang kulit dan disampaikan sang Dalang pada saat memberi wejangan atau nasihat tentang kehidupan dan sampai saat ini masih saya ingat dan juga sebagai refleksi bagi diri saya sendiri dalam menjalani kehidupan ini. Falsafah ‘’ becik ketitik olo ketoro ‘’ mengingatkan kita semua agar menjalani hidup dengan baik dan benar, ditengah banyaknya kejahatan terjadi dimana-mana karena berbagai faktor. Jika kita mengikuti berbagai informasi terutama di media sosial banyak sekali orang yang harus berurusan dengan hukum karena kejahatan yang dilakukan, baik dilakukan  masyarakat kecil sampai pejabat tinggi negara. Mulai dari kejahatan seperti pencurian, pemerasan, perampokan, penganiayaan, pemerkosaan sampai perbuatan korupsi yang dilakukan para pejabat negara, seperti anggota DPR, Bupati/Walikota, Gubernur bahkan sampai Mentri. Jika setiap orang mau mengingat falsafah ‘’ becik ketitik olo ketoro ‘’ tentu tidak banyak kejahatan terjadi, karena semua orang pasti menyadari bahwa ‘’ yang baik akan kelihatan dan yang buruk akan ketahuan pada waktunya.’’

Gambar : Dokumentasi pribadi

Saya mempunyai seorang teman yang bekerja di instansi pemerintah sebagai pegawai ASN ( Aparatur Sipil Negara ). Walaupun bukan pejabat tinggi ternyata kehidupannya sungguh mewah dan mempunyai kekayaan yang berlimpah, baik berupa rumah, tanah, kendaraan dsb, padahal untuk ukuran seorang ASN sungguh tidak masuk akal memiliki kekayaan yang begitu banyak, karena tidak mempunyai usaha dan tidak menerima warisan dari orang tuanya. Gaya hidupnya yang hedonis sungguh tidak sesuai dengan statusnya sebagai seorang ASN. Tetapi menjelang memasuki masa pensiun ternyata teman saya harus berurusan dengan hukum.  Di pengadilan terbukti teman saya dan atasannya bekerja sama melakukan korupsi di instansi tempat dia bekerja dengan menyalah gunakan jabatannya. Masa tua yang harusnya dijalani dan dinikmati dengan baik justru berkahir di penjara.  Kalimat ‘’ becik ketitik olo ketoro ‘’ ternyata terjadi dan terbukti dalam kehidupan teman saya dan mungkin bisa terjadi juga kepada setiap orang yang melakukan kejahatan. Hanya tinggal menunggu kapan waktunya saja.

Pembaca yang hebat… !! istilah ‘’ becik ketitik olo ketoro ‘’ atau ‘’ hukum tabur tuai ‘’ dan ‘’ hukum karma ‘’, kalimat-kalimat yang sejenis itu mungkin sudah sering kita dengar dan sudah banyak terbukti itu terjadi, tetapi ternyata tidak menghentikan sebagian orang untuk melakukan kejahatan. Masih saja kejahatan terjadi dimana-mana dan jika itu terjadi tentu banyak fakor yang mempengaruhi. Walaupun semua agama mengajarkan kebaikan tetapi memang tidak bisa menjamin semua orang akan bersikap baik. Akhirnya semua pilihan memang kembali kepada pribadi masing-masing apakah mau melakukan kebaikan atau melakukan perbuatan yang tidak baik. Semua kembali kepada iman masing-masing, apakah mempunyai iman yang kuat dan tahan uji atau iman yang mudah goyah karena godaan-godaan dunia.

Gambar : Dokumentasi pribadi

Dalam menjalani hidup ini sebetulnya ‘’ kita diberi kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan salah, tetapi kita sering memilih jalan yang salah karena menyenangkan, sedangkan kebenaran kadang tidak menyenangkan. ‘’ Falsafah ‘’ becik ketitik olo ketoro ‘’ merupakan pengingat yang sangat baik dalam menjalani hidup ini, sehingga setiap orang bisa berjalan di jalan yang benar, tetapi untuk dapat mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari hari ada hal-hal yang harus diingat dan dilakukan :

1..Memperkuat Iman dan Karakter.

‘’ Beribadah dan berdoa dengan rutin, tekun dan terlibat aktif dalam kegiatan rohani adalah cara memperkuat iman dan karakter seseorang. ’’  Dengan iman dan karakter yang kuat maka akan menangkal dari berbagai godaan-godaan yang tidak baik yang bisa menyebabkan seseorang jatuh dalam perbuatan dosa.

2..Bersyukur dengan apa yang ada padamu saat ini.

Jalanihidup ini dengan rasa syukur walaupun harus mengalami berbagai lika-liku kehidupan, karena kunci kebahagiaan adalah pada jiwa yang bersyukur. Sesulit apapun cobaan yang dihadapi, besar kecilnya rezeki yang diperoleh tetaplah bersyukur, karena bukan bahagia yang menjadikan kita bersyukur, tetapi bersyukur yang menjadikan kita bahagia. ‘’ Ketika kita bisa mengucap syukur, maka kita bisa menjalani dan menikmati hidup apa adanya  dengan segala kelebihan dan kekurangan yang kita punya “

3..Semua yang kita miliki hanyalah titipan dari Tuhan dan sewaktu-waktu Dia bisa mengambilnya.

Hidup itu seperti roda yang berputar, kadang diatas dan kadang juga dibawah, demikian juga kehidupan ini, karena itu jangan sombong dengan semua apa yang dimiliki dan juga jangan terlalu berlebihan dalam mengelola apa yang sudah Tuhan titipkan kepada kita. ‘’ Semua yang kita miliki bisa lenyap dalam sekejap jika Tuhan berkehendak, karena itu bijaklah selalu dalam mengelola apa yang sudah dipercayakan kepada kita. ”

4..Segala perbuatan kita pasti  diketahui oleh Tuhan walaupun orang lain tidak mengetahuinya.

 ‘’ Tidak ada satupun perbuatan manusia yang tersembunyi dihadapan Tuhan, karena itu bijaklah dalam setiap tindakan yang akan dilakukan, karena ada konsekuensi atau pertanggungjawaban dalam setiap tindakan. ‘’ Jika kita melakukan kebaikan maka suatu saat akan menuai hasilnya demikian juga sebaliknya jika melakukan sesuatu yang tidak baik maka  akan menerima ganjarannya. Apa yang kamu tabur itulah yang akan dituai.

5..Semua yang kita lakukan di dunia ini akan kita pertanggungjawabkan kelak.

‘’ Apa yang kita lakukan saat ini, dalam berpikir, berucap dan bertindak pasti akan ada pertanggung jawaban dihadapan sang Pencipta, karena itu kita harus bijak dalam menjalani kehidupan ini. ‘’ Jika hidup sesuai kehendak Tuhan maka surga disediakan untuk kita , tetapi jika tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, maka neraka adalah tempatnya, pilihan tergantung kita masing-masing.

Gambar : Dokumentasi pribadi

Falsafah ‘’ becik ketitik olo ketoro ‘’ masih sangat diperlukan saat ini karena mempunyai nilai yang luhur dan universal serta mengingatkan setiap orang, bahwa setiap apa yang kita lakukan akan selalu ada konsekuensinya, apakah itu perbuatan baik atau tidak baik. ‘’ Dalam menjalani hidup selalu ada pilihan, jangan memilih yang kelihatannya baik, tetapi pilihlah yang membuat hidup damai dan bahagia ‘’ tetapi semua itu tergantung dari pandangan masing-masing orang karena cara pandang setiap orang dalam memaknai hidup ini memang berbeda-beda. ‘’ Setiap orang bebas menentukan pilihan hidupnya, tetapi setiap pilihan dalam menjalani hidup pasti juga akan kembali kepada dirinya. ‘’

Setiap tindakan yang kita lakukan suatu saat pasti akan kembali ke diri kita sendiri, karena itu berpikirlah dan bertindak baik, benar dan bijaksana,itu adalah sikap hidup yang harus kita lakukan. Semua itu bisa dijalankan jika kita hidup dekat dengan Tuhan dengan cara, banyak berdoa dan  memurnikan hati kita dengan membuang semua ego dan emosi negative yang ada pada diri kita, sehingga kita bisa lebih menggunakan hati nurani yang merupakan guru sejati yang terbaik, sehinggga kita bisa menjadi manusia yang berbudi luhur dan menjalani hidup ini agar berguna bagi keluarga, lingkungan dan masyarakat di sekitar kita.

Seperti pohon yang terus tumbuh dan berkembang yang memberi keteduhan dengan dedaunan yang lebat, juga memberi buah berlimpah yang ranum, namun keteduhan dan buah yang dihasilkannya itu bukan untuk dirinya. Demikian juga sumber air di pegunungan yang mengalir ke tempat yang lebih rendah, tidak berusaha menyimpan air itu untuk dirinya. Alangkah indahnya jika dalam hidup setiap oang bisa seperti itu. Tatanan sosial harus dibangun seperti tatanan alam. Apabila masing-masing menjalankan fungsinya, maka terjadilah harmoni dan damailah dunia ini. Setiap orang bisa berperan menjaga harmoni kedamaian di dunia ini dengan mengingat selalu falsafah hidup ‘’ becik ketitik olo ketoro ‘’ dan menjalani hidup dengan baik dan benar, sehingga dapat menjadi contoh bagi yang lain, dengan demikian dapat mendorong ‘’ setiap orang harus berbuat baik dan menjaga kebaikannya untuk seterusnya, karena itu merupakan investasi yang baik bagi masa depannya. ‘’ Amin…

’ kita diberi kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan salah,tetapi kita sering memilih jalan yang salah karena menyenangkan,sedangkan kebenaran kadang tidak menyenangkan ‘’

( F. kristiono )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

About

Inspiring Says atau dalam Bahasa Indonesia berarti
“perkataan yang menginspirasi”
adalah suatu web yang berisi cerita bermakna yang memiliki tujuan untuk menginspirasi pembacanya untuk selalu memiliki sikap dan pandangan yang positif dalam menjalani kehidupan.

Selamat membaca.

Regards,
F. Kristiono

Statistik Pengunjung

  • 30,194 Pengunjung