Dampak Pygmalion – Berpikir Positif…? Yes…!!

0 Comments


Gambar : Dokumentasi pribadi


Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya. Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.

  • Apabila cuacanya panas dan mungkin membuat orang lain  tidak nyaman . Tetapi Pygmalion berkata, “untunglah cuacanya cerah , sehingga aktivitas berjalan dengan lancar.”
  • Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, “ Kikir betul orang itu.” Tetapi Pygmalion berkata, “ Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk  urusan lain yang lebih perlu”.
  • Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, “ Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya. ”

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain. Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik. Kawan-kawan Pygmalion berkata, “ Ah,sebagus- bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu. ” Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.

Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani. Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif.

Pembaca yang hebat , semua cerita diatas adalah sebuah legenda Yunani kuno, tetapi kita bisa mengambil hikmah dari cerita tersebut. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif. Misalnya :

  • Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
  • Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi  cerdas.
  • Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif.

  • Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.
  • Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.
  • Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang.

Pembaca yang hebat..!! ” Apa yang kita pikirkan dan katakan pada diri sendiri dapat membawa dampak yang besar terhadap apa yang bisa dan tidak bisa kita lakukan,  karena itu berpikirlah positif maka itu yang akan kita dapatkan. ” Emosi positif dan pikiran-pikiran positif yang diasosiasikan dengan emosi tersbut membuka diri Anda pada berbagai gagasan dan pengalaman serta kemungkinan yang baru. Pikiran yang positif menghasilkan pengharapan.

Gambar : Dokumentasi pribadi

Tetapi sebaliknya jika Anda membiarkan emosi negative menguasai Anda, emosi dan pikiran tersebut dapat mempersempit dan mendistorsi dunia Anda dan membuat Anda merasa buruk. Pikiran-pikiran negative menciptakan lingkaran pikiran dan perasaan sulit. Ketika Anda memiliki kebiasaan untuk berpikir dan merasakan kejadian secara negative, tidaklah gampang untuk mengatakan hal-hal yang positif kepada diri Anda sendiri. Juga bukan hal yang mudah untuk mengatakan sesuatu yang positif ketika diri Anda sendiri  merasa khawatir, stress, atau kesal. Hal itu tidaklah mudah, tetapi tidak mustahil untuk dilakukan

” Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai, kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu, hidup menjadi kelabu dan suram, tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah ” Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai. Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan. Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.

Gambar : Dokumentasi pribadi

Shakepeare menulis, ‘’ Tidak ada baik dan buruk, tetapi pikiranlah yang membuat demikian ‘’Segala hal terjadi sebagaimana seharusnya terjadi, dan terserah Anda untuk memilih cara meresponnya. Terserah bagaimana Anda menemukan hal-hal yang baik dari hal itu, untuk tetap berpikir positif terlepas dari apa yang tengah terjadi di sekeliling Anda. Tetapi satu hal yang pasti bahwa semakin sering Anda menggunakan bahasa dan pikiran yang positif maka semakin besar pula Anda akan menemukan harapan akan kedamaian dan kebahagian yang diinginkan semua orang . oleh sebab itu tidak salah kalau  Oprah Winfrey mengatakan “ Penemuan terbesar sepanjang masa adalah ketika seseorang dapat mengubah sikap mereka.” Oleh sebab itu “ Berpikir Positif…?  Yes…!! ’’

Sumber Referensi : Positif Thinking, Gill Hasson – Gramedia Pustaka Utama

‘’ Warna hidup tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai, kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu, hidup menjadi kelabu dan suram, tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah ‘’

( F. Kristiono )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

About

Inspiring Says atau dalam Bahasa Indonesia berarti
“perkataan yang menginspirasi”
adalah suatu web yang berisi cerita bermakna yang memiliki tujuan untuk menginspirasi pembacanya untuk selalu memiliki sikap dan pandangan yang positif dalam menjalani kehidupan.

Selamat membaca.

Regards,
F. Kristiono

Statistik Pengunjung

  • 30,305 Pengunjung