Pejuang Jaman Now !!

2 Comments


Gambar : Dokumentasi pribadi


Kalau kita mendengar kata pejuang, mungkin dalam pikiran kita akan terbayang seseorang yang sedang berjuang untuk negara dan bangsanya dalam merebut mempertahankan / kemerdekaan melawan penjajahan. Atau kita teringat para pahlawan negara kita yang gugur dalam perjuangan untuk membela bangsa dan negara kita yang tercinta ini. Mungkin di beberapa negara di Timur Tengah dan di benua Afrika masih ada yang harus berjuang merebut atau mempertahankan kemerdekaan, tetapi untuk negara kita yang tercinta saat ini perjuangan tidak identik dengan hal tersebut diatas. Perjuangan jaman sekarang di negara kita adalah bagaimana meningkatkan taraf hidup keluarga, berperan serta dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam hal kemanusiaan. Kalau kita coba lihat di sekitar lingkungan dimana kita berada, masih banyak orang-orang yang dengan gigih berjuang agar mereka tetap bisa bertahan dalam menghadapi kehidupan ini dan juga tetap bisa ikut berperan dalam kehidupan bermasyarakat dan kemanusiaan. Mereka-mereka itulah para “pejuang jaman now” dan mungkin saja itu ada juga di sekitar kita, karena ” perjuangan jaman sekarang bukan lagi untuk merebut kemerdekaan, tetapi berjuang untuk bangkit dari keterpurukan, berjuang untuk keluarga, berjuang untuk kebaikan ,  berjuang  untuk lingkungan dan kemanusiaan “

Salah satu pejuang jaman now yang saya kenal adalah seorang Bapak bernama Saman. Saya mengenal Bp. Saman sudah cukup lama dan sudah lebih dari 10 tahun karena sama-sama mencari nafkah di kota Yogyakarta dan beberapa kali pernah bertugas dalam 1 lokasi/gedung yang sama. Bp. Saman ( 44 thn ) mempunyai seorang istri bernama bernama LK dan 3 orang anak, yang paling besar lelaki berusia 18 tahun bernama RF yang sudah bekerja, sedangkan anak yang ke 2 dan 3, anak kembar berusia 8 tahun bernama DF dan NR yang masih bersekolah dibangku Sekolah Dasar (SD). Bp. Saman bertempat tinggal di dusun dekat lokasi Candi Prambanan di kota Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gambar : Dokumentasi pribadi

Pada saat menempuh pendidikan SD kelas 6, sang ibunda dipanggil Tuhan sehingga sang ayah berjuang sendiri dengan bekerja keras untuk menghidupi keluarganya, dengan menjadi tukang cukur rambut dan pekerjaan serabutan lainnya. Perjuangan sang ayah itulah yang menjadi teladan, dan membuat Bp. Saman yang saat itu berusia 20 tahun memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, dan memilih membantu orang tuanya bekerja sebagai pramuniaga di salah satu counter toko retail bersekala nasional di kota Yogyakarta. Selain bekerja di toko, jika ada kesempatan Bp. Saman juga belajar mencukur rambut dari ayahnya agar jika sudah menguasai teknik mencukur rambut bisa dipergunakan kelak apabila diperlukan.

Setelah menikah dan mempunya anak, Bp. Saman masih terus bekerja keras memberi nafkah keluarganya. Karena sang istri tidak bekerja tentu sangat berat kalau hanya mengandalkan gaji sebagai pramuniaga. Walaupun sekarang jabatannya sudah naik menjadi Chief Counter, tetapi tetap tidak cukup untuk mencukupi seluruh kebutuhan hidup keluarganya. Untuk itu, Bp. Saman kemudian bekerja sambilan sebagai tukang cukur rambut agar bisa menambah penghasilannya. Pekerjaan sebagai tukang cukur rambut dilakukan pada saat beliau pulang kerja dari pukul 17.00 WIB s.d pukul 23.00 WIB, ataupun pada saat pagi hari dari pukul 06.00 WIB s.d pukul 13.00 WIB jika ia masuk kerja di siang hari. Selain mencukur rambut pelanggannya dirumah, Bp. Saman juga bersedia menerima panggilan dan hanya mengenakan biaya Rp. 5000,- per orang . Jumlah yang tidak besar untuk saat ini, tetapi tentu cukup berarti bagi Bp. Saman. Disela–sela bekerja sebagai karyawan dan sebagai tukang cukur, Bp. Saman tetap memperhatikan mertuanya yang sakit. Secara rutin Bp. Saman mengantar mertuanya untuk kontrol ke rumah sakit jika penyakit asam urat dan diabetis mertuanya kambuh.

Gambar: Dokumentasi pribadi

Sebagai warga masyarakat yang baik Bp. Saman juga aktif mejadi pengurus LPMD ( Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa ) dan juga menjadi ketua MMG ( Majelis Masyakat Gunung ) Gebang yang bergerak dibidang social kemasyarakatan. Selain itu juga menjadi ketua POT ( Paguyuban Orang Tua ) Sekolah Dasar di mana kedua anak kembarnya bersekolah. Semua aktivitasnya itu dilakukan sebagai ungkapan rasa syukurnya atas berkat dan nikmat yang Tuhan sudah berikan, dan sebagai wujud pengabdiannya kepada masayarakat dimana beliau tinggal.

Beberapa bulan lagi Bp. Saman mencapai usia 45 tahun dan akan menjalani masa pensiun dari pekerjaan. Tetapi Bp. Saman tetap optimis bahwa ia pasti dapat menghidupi keluarganya dengan baik dengan tetap menjalani pekerjaannya sebagai tukang cukur rambut, dan juga bekerja apa saja untuk menambah penghasilannya dan tentu saja tetap bisa mengabdi kepada masyarakat, karena dia percaya selama dia mau berusaha dan tetap menebar kebaikan, pasti Tuhan YME akan membuka jalan dan memelihara kehidupannya.

Pembaca yang hebat..!! ” Pejuang jaman now adalah mereka yang berjuang untuk bangkit dari keterpurukan, berjuang untuk keluarga, berjuang untuk kebaikan, untuk lingkungan dan untuk kemanusiaan. “ Di era sekarang ini ketika banyak orang yang sangat individualistis dan hanya mementingkan diri sendiri, dibutuhkan para pejuang jaman now. Perjuangan para pejuang jaman now harus disesuaikan dengan kondisi zaman ini, yaitu mempunyai totalitas berjuang untuk kehidupan keluarganya agar mendapatkan kehidupan yang layak, mengabdi dan menebarkan kebaikan dimasyarakat di sekitar lingkungannya, serta memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Hal-hal seperti itulah yang sangat diperlukan saat ini.

Gambar : Dokumentasi pribadi

Dalam menjalani kehiduan saat ini setiap orang harus mempunyai mental pejuang karena ” hidup adalah proses belajar dan berjuang tanpa batas, karena itu jangan gentar untuk menjalaninya, jika jatuh berdirilah, jika kalah berjuang lagi dan jika gagal mencoba lagi. “ Jangan pernah menyerah dalam menjalani hidup ini seberat apapun kesulitan dan masalah yang kita hadapi. Selama kita hidup maka kita harus selalu punya semangat untuk berjuang dan kita semua adalah para pejuang now yang akan selalu berjuang selama kita masih bernafas. Untuk menjadi pejuang jaman now tidak harus mempunyai pendidikan yang tinggi, jabatan yang tinggi, harus menjadi kaya atau sukses terlebih dahulu. Tetapi yang diperlukan adalah kemauan untuk bekerja keras, kemauan untuk berbagi dan kemauan untuk mengabdi, baik bagi keluarga, masyarakat, ataupun lingkungannya. Di jaman sekarang ini, saat banyak orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan berpikir individualistis, demikian juga dengan masih banyaknya pejabat-pejabat pemerintah yang hanya memikirkan diri sendiri dan kelompoknya serta tidak mengabdi untuk masyarakat tetapi justru terlibat KKN dan korupsi yang akhirnya harus berurusan dengan kepolisian atau KPK sampai akhirnya harus masuk penjara, kita harus bersyukur masih banyak orang yang seperti Bp. Saman yang dengan sungguh-sungguh mau berjuang untuk keluarganya dan juga mau mengabdi untuk masyarakat di sekitarnya.

Bagaimana dengan Anda? Mau memilih menjadi “Pejuang Jaman Now” yang berjuang untuk keluarga dan masyarakat atau menjadi “Pejuang Diri Sendiri” yang hanya mementingkan diri sendiri dan keluarganya. Semuanya tergantung anda untuk mengambil keputusan silahkan memilih.

” Pejuang jaman now adalah mereka yang berjuang untuk bangkit dari keterpurukan, berjuang untuk keluarga, berjuang untuk kebaikan, untuk lingkungan dan untuk kemanusiaan “

( F. Kristiono )

2 Replies to “Pejuang Jaman Now !!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

About

Inspiring Says atau dalam Bahasa Indonesia berarti
“perkataan yang menginspirasi”
adalah suatu web yang berisi cerita bermakna yang memiliki tujuan untuk menginspirasi pembacanya untuk selalu memiliki sikap dan pandangan yang positif dalam menjalani kehidupan.

Selamat membaca.

Regards,
F. Kristiono

Statistik Pengunjung

  • 30,305 Pengunjung