Dengarkan Hati Nurani

4 Comments


Gambar : Dokumentasi Pribadi


Jika kita mengikuti infomasi atau berita-berita yang sering kita dengar baik di televisi, koran, media sosial, maupun dari orang-orang disekitar kita, kadang kita merasa kehidupan ini terasa begitu mencemaskan. Terlebih jika kita setiap hari mengikuti berita-berita di media sosial. Saling mencaci maki menjadi hal yang biasa dan berita-berita hoax menjadi konsumsi setiap hari. Bahkan kadang berita-berita dari media resmipun sering kali mengikuti arus berita media sosial yang belum terferifikasi kebenarannya. Kebohongan, caci maki, kejadian pembunuhan, pemerkosaan, perkelahian antar pelajar, penyelundupan narkoba, korupsi dan kejahatan-kejahatan yang lain menjadi sesuatu yang selalu kita dengar dan kita baca setiap hari.

Semua yang terjadi adalah realita yang sering kali harus kita dengar dan bisa saja terjadi disekitar kita. Semua kejadian itu tentu ada sebabnya, mungkin karena kebutuhan ekonomi, salah pergaulan, rasa solidaritas atau berbagai motif-motif yang lain. Tetapi satu hal yang pasti, bahwa kejahatan atau perbuatan salah/dosa yang dilakukan adalah karena mereka yang melakukannya, sudah kehilangan hati nurani dan lebih mementingkan hawa nafsunya. Banyak sekali kejadian-kejadian yang seringkali membuat hilangnya hati nurani dalam hidup manusia. Tidak hanya faktor-faktor tersebut diatas, kejadian–kejadian yang sepele kadang juga sering menghilangkan hati nurani dan hilangnya rasa damai dalam hidup kita. ” Bersyukurlah jika kamu masih mengikuti hati nuranimu, tetapi waspadalah jika tindakanmu mulai berlawanan dengan hati nuranimu “

Gambar : Dokumentasi pribadi

” Seringkali kita lebih memilih bertindak menurut kehendak diri sendiri dan mengabaikan hati nurani, padahal kita tahu mendengarkan hati nurani adalah pilihan yang lebih tepat “  Akibat mengabaikan maka mengakibatkan hilangnya rasa damai dalam hati kita dan ini bisa terjadi pada siapa saja termasuk mereka orang yang beriman. Kata-kata yang yang tidak kita harapkan, orang yang tidak tahu berterima kasih, anak yang susah diatur, barang-barang kesayangan kita yang rusak atau hilang, teman atau sahabat yang tidak setia, saudara atau keluarga yang mengecewakan kita, dan sebagainya. Semua hal itu bisa membuat kita kehilangan kendali dan rasa damai sehingga bisa membuat kita melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan.

Gambar : Dokumentasi pribadi

Hilangnya kedamaian dalam hati kita, membuat kita tidak bisa mengendalikan diri sehingga melakukan hal-hal yang negatif. Jika kita selalu berpikir negatif, penuh kekhawatiran dan kecurigaan, maka kehidupan akan memberi reaksi yang sama negatifnya pada kita. Lingkungan atau orang-orang disekitar kita pun akan terbawa atau ikut terpengaruh untuk menjadi berperilaku negatif, penuh kecurigaan, dan tidak mau percaya kepada kita. Dampaknya kehidupan kita bisa dirusak oleh sebab-sebab yang kita munculkan sendiri. Sebaliknya, ” jika kita mengikuti hati nurani, senantiasa memiliki hati yang penuh kasih, berpikir, berkata dan berperilaku positif, maka kehidupan akan memberikan reaksi yang sama positifnya kepada kita. “ Hidup kita pun dikelilingi oleh orang-orang yang penuh kasih, berpikiran positif dan tentu saja banyak kebaikan akan mendatangi kita. 

Gambar : Dokumentasi pribadi

Semua apapun yang negatif yang kita dengar, jika kita berpegang teguh pada hati nurani maka semua itu bisa diatasi. Kalau setiap hari dalam hidup kita bertekun dalam doa, rajin beribadah dan melibatkan Tuhan dalam setiap langkah-langkah kita maka hati nurani kita akan selalu dimurnikan dengan dengan kuasa-Nya. Namun seringkali kita mengabaikan suara-Nya yang lembut, sehingga tidak lagi menyadari tuntunan-Nya. ” Ikutilah hati nurani, karena itu adalah bagian paling dalam dari diri kita yang akan membimbing kita bertindak dan melangkah dengan benar. “ Jadi pesannya jelas sekali, mari kita menjalani hidup ini dengan mengikuti hati nurani dan penuhi hidup ini dengan banyak hal positif. Amin. 

” Jika kita mengikuti hati nurani, senantiasa memiliki hati yang penuh kasih, berpikir, berkata dan berperilaku positif, maka kehidupan akan memberikan reaksi yang sama positifnya kepada kita “

( F. Kristiono )

4 Replies to “Dengarkan Hati Nurani”

  1. Terima kasih pak Tulisan kali ini menarik hati untuk bercerita. Baru kali ini sya menggunakan hak pilih dipenuhi kebimbangan. Sya butuh waktu lama untuk menentukan pilihan. Karena memang benar yg mengisi masa kampanye hanyalah saling serang kekurangan, sehingga rasa negatif selalu membentengi. Bahkan saat berjalan menuju TPS pun saya masih berfikir akan pilihan. Alhamdulillah pilihan sudah sama2 diberikan. Harapan dalam waktu dekat ini hasil pemilu tidak membawa konflik melainkan kedamaian atas kemenangan.

    1. Amin…., semoga siapapun yang terpilih dalam pemilihan umum akan membawa kemajuan bagi bangsa dan negara kita yang tercinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

About

Inspiring Says atau dalam Bahasa Indonesia berarti
“perkataan yang menginspirasi”
adalah suatu web yang berisi cerita bermakna yang memiliki tujuan untuk menginspirasi pembacanya untuk selalu memiliki sikap dan pandangan yang positif dalam menjalani kehidupan.

Selamat membaca.

Regards,
F. Kristiono

Statistik Pengunjung

  • 30,305 Pengunjung