Bahagianya Memberi Perhatian

0 Comments


Memberi perhatian sesuatu yang sangat mudah diucapkan tetapi tidak mudah untuk dilakukan. Terlebih dalam kondisi seperti saat ini dengan berbagai kesulitan dan tantangan yang harus dihadapi. Pada umumnya orang cenderung hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak peduli dengan masalah atau kesulitan yang dihadapi orang lain, walaupun melihat itu ada di depan matanya. Apalagi jika harus memperhatikan orang-orang yang terpinggirkan atau terlupakan yang jauh dari pandangan, mungkin terpikirkan saja tidak. Kalaupun ada orang yang peduli dengan kesulitan atau penderitaan orang lain, barangkali tidak banyak orang yang mempunyai kepedulian itu, apalagi jika itu dilakukan secara konsisten dan tanpa pamrih.

Memberi perhatian dan melakukan kebaikan memang tidak mudah dilakukan, apalagi jika orang itu merasa dirinya sendiri masih merasa kurang, kebutuhan dan keinginannya banyak yang belum terpenuhi, belum merasa kaya dan berbagai alasan lainnya. Karena kecenderungan tersebut maka tidak banyak orang yang mau memikirkan kesulitan dan penderitaan yang dihadapi orang lain, walaupun itu ada di depan mata, apalagi jika harus memperhatikan dan melakukan perbuatan baik untuk orang yang jauh dari jangkauan, orang-orang yang terpinggirkan, mereka yang hidup dalam penderitaan dan berbagai kesulitan yang dihadapi tentu sama sekali tidak terpikirkan. Kalaupun ada orang yang melakukan perbuatan baik untuk mereka yang menderita atau terpinggirkan mungkin jumlahnya tidak banyak, atau bisa juga karena ada pamrih, karena ingin dipuji, untuk pencitraan dan sebagainya.

Gambar : Dokumentasi pribadi

Memperhatikan orang-orang yang terlupakan tanpa pamrih. “Jika merenungkan kalimat tersebut, penulis teringat oleh seorang Biarawati yang mengabdikan hidupnya untuk membantu dan meringankan penderitaan orang-orang yang terpinggirkan dan terlupakan. Dialah  “Bunda Teresa”, sebuah nama yang tidak asing lagi ditelinga kita untuk masalah kemanusiaan di Kalkuta, India. Lahir di dalam lingkungan keluarga berada, tetapi hatinya ada diantara orang-orang papa, orang-orang yang terlupakan. Secara fisik dia memiliki badan yang tidak terlalu besar, tetapi semangatnya sangat besar untuk menolong orang lain. Dia bukan wanita perkasa, tetapi menjadi “wanita super” didalam misi kemanusiaannya. Dia bukan tokoh serba bisa, tetapi kehidupannya merupakan karya besar di dalam sejarah panjang kemanusiaan. Tangannya yang “ringan” untuk mengangkat yang terjatuh, usapan tangannya yang penuh kasih untuk mengusap air mata kesedihan, pelukan yang hangat untuk mendekap mereka yang kesepian, tatapan matanya yang lembut untuk menyemangati mereka yang lemah, dan perkataannya yang ramah untuk menghibur mereka yang berduka adalah  bagian-bagian dari pelayanan kemanusiaannya. Apa yang dilakukan Bunda Teresa ini menunjukkan bahwa dia adalah orang beriman yang menjalankan imannya dengan sungguh-sungguh. Kehidupannya dijalani lebih banyak untuk memperhatikan orang-orang yang terpinggirkan dan terlupakan dan itu dijalani dengan tanpa pamrih dan konsisten sampai akhir hidupnya. Walaupun saat ini Bunda Teresa sudah tidak ada di dunia ini, karya kemanusiaannya tidak akan pernah dilupakan dan akan selalu diingat sampai kapanpun.

Pembaca yang hebat ..!! ” Jika ada dorongan dalam hatimu untuk berbuat baik, lakukan segera dan jangan ditunda “ Sekecil apapun perbuatan baik yang dilakukan itu akan sangat berharga di hadapan Tuhan, karena itu lakukanlan terus kebaikan jika kita masaih diberi kesempatan, karena kita tidak tahu sampai berapa lama kita akan menjalani kehidupan ini. Memang perbuatan baik dan memberi perhatian bukanlah syarat untuk memperoleh keselamatan, tetapi hal tersebut adalah bukti nyata dari orang beriman yang dengan sungguh-sungguh menjalankan apa yang mejadi keyakinannya. Kita bisa belajar seperti Bunda Teresa. Mari kita mulai  memperhatikan lingkungan yang ada disekitar kita. Adakah keluarga yang merindukan pelukan hangat kita? Adakah mereka yang lemah dan perlu dorongan semangat dari kita? Adakah yang sedang berduka dan membutuhkan penghiburan kita? Ataukah mereka membutuhkan bantuan keuangan kita karena sedang menghadapi kesulitan ekonomi? Jika ada kemauan dalam diri kita maka kita dapat melakukan perbuatan baik dan jika itu kita lakukan dengan konsisten maka kedamaian dan kebahagiaan akan kita dapatkan dalam hidup ini.

Gambar : Dokumentasi pribadi

Banyak cara untuk kita bisa berbuat baik, bisa dengan harta maupun jasa. Kita tidak perlu menunggu menjadi kaya, untuk berbuat baik. Kita juga tidak harus menjadi seorang motivator, untuk bisa menguatkan dan menghibur orang yang dalam kesusahan. Kita tidak harus mempunyai tangan yang kuat, untuk memberi pelukan yang hangat kepada keluarga kita. Apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita saat ini, itulah yang kita gunakan untuk memberi perhatian kepada sesama kita yang membutuhkan.” Berbuat baik itu bukan pilihan tetapi keharusan, karena itu jangan pernah berhenti berbuat baik selama kita masih bernafas dan selagi ada kesempatan “

Gambar : Dokumentasi pribadi

Segala apa yang kita dapatkan dikemudian hari akan sangat tergantung dari apa yang kita tabur pada hari ini. Apa yang akan kita tuai di kelak kemudian hari? Apakah itu kebaikan, kemurahan, kelimpahan, sukacita, damai sejahtera dan sebagainya? Jika hal-hal tersebut merupakan keinginan kita, tidak ada pilihan lain kecuali menabur juga hal-hal yang demikian dalam kehidupan kita. ” Kita tidak akan pernah bisa bahagia, selama hidup kita hanya berfokus pada diri sendiri  dan kurang perhatian terhadap keadaan di sekitar. “ Apapun kesulitan dan tantangan yang kita hadapi saat ini, cobalah berikan ruang dan kesempatan untuk kita dapat berbuat baik walaupun sekecil apapun itu. Jika dalam hidup ini kita hanya fokus pada diri sendiri dan tidak peduli dengan keadaan di sekitar kita, justru membuat kita tidak pernah berbahagia. Ingatlah bahwa tidak pernah ada orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri akan berbahagia dalam hidupnya, karena kebahagiaan itu hanya ada pada meraka yang selalu melakukan kebaikan dan bersyukur dengan segala keadaan yang ada saat ini. Amin…

” Kita tidak akan pernah bisa bahagia, selama hidup kita hanya berfokus pada diri sendiri  dan kurang perhatian terhadap keadaan di sekitar “

(.F. Kristiono )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

About

Inspiring Says atau dalam Bahasa Indonesia berarti
“perkataan yang menginspirasi”
adalah suatu web yang berisi cerita bermakna yang memiliki tujuan untuk menginspirasi pembacanya untuk selalu memiliki sikap dan pandangan yang positif dalam menjalani kehidupan.

Selamat membaca.

Regards,
F. Kristiono

Statistik Pengunjung

  • 30,305 Pengunjung