Emak-Emak Tangguh

8 Comments


Gambar : Emak-emak buruh angkut pasar Beringharjo


Pemilihan Umum sudah berlalu, setelah itu dilanjutkan pada tahapan menunggu hasil dari perhitungan resmi KPU untuk menentukan siapa pemenang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, serta siapa calon legislatif yang terpilih dari parpol-parpol yang ikut dalam pemilihan umum. Sebelum pemilihan umum berlangsung muncul istilah yang sangat populer dimasyarakat yaitu istilah “emak-emak” yang ramai sekali menghiasi pemberitaan baik di media resmi maupun di media sosial. Emak-emak atau dengan kata lain adalah ibu-ibu menjadi sangat populer dimana-mana, sehingga muncul berbagai komunitas emak-emak yang mendukung masing-masing peserta pemilihan umum. Bahkan sampai ada  wacana dari salah satu tokoh politik yang mau mendirikan “partai emak-emak”. Kemunculan komunitas emak-emak tersebut tujuannya sangat jelas yaitu untuk mendulang suara emak-emak yang sangat besar agar bisa memenangkan pemilihan umum.

Dalam gambaran saya  “emak-emak” adalah sosok ibu-ibu yang bersahaja, sederhana, berpakaian seadanya dan jauh dari kesan mewah, dan sebagian besar hidup didesa. Tetapi para komunitas emak-emak yang muncul semasa mendekati pemilihan umum adalah emak-emak dari kota-kota besar, berpakaian mahal, memakai accessories / hiasan mahal, menggunakan riasan wajah yang menyolok dan menggunakan handphone mahal serta dengan lantang meneriakan untuk mendukung masing-masing pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang akan dipilihnya. Pertanyaannya….? apakah setelah pemilu usai dan sudah diketahui siapa Presiden dan Wakil Presiden Repubilik Indonesia yang terpilih untuk periode 2019 sd 2024  para komunitas emak-emak tersebut masih ada..? Atau minimal masih bersuara untuk menyuarakan kepentingan para emak-emak yang sesungguhnya, yang menginginkan bahan-bahan pokok dengan harga terjangkau, perawatan kesehatan yang murah dan mudah diakses, pendidikan yang memadai untuk anak-anaknya dan transportasi yang lancar sampai ke pelosok-pelosok desa.

Emak-emak yang sesungguhnya dan tidak muncul musiman, terutama pada saat pemilu saja, saya jumpai pada saat saya berbelanja bahan pokok dan sayur-mayur dengan istri saya di pasar Beringharjo di kota Yogyakarta. Emak-emak tersebut adalah para emak-emak yang menjual jasa membawakan belanja-an para pembeli yang berbelanja di pasar Beringharjo dengan menggunakan bakul/dunak ( keranjang yang dianyam dari bambu ) yang di gendong di punggungnya dengan menggunakan selendang, berpakaian seadanya dan berusia sekitar 40 sd 60 tahun tanpa riasan sama sekali dan sebagian besar tidak mempunyai handphone.

Emak-emak buruh angkat di Pasar Beringharjo, Yogyakarta

Merekalah emak-emak sesungguhnya yang berjuang mencari nafkah dengan menjadi buruh angkat, yang mungkin hanya mendapatkan upah sekitar Rp. 5.000 sd 15.000 dengan tidak memasang besarnya tarif jasa mereka, namun tergantung kerelaan pemberian dari orang yang menggunakan jasanya. Emak-emak tangguh ini, jumlah mereka di pasar Beringharjo saja ada sekitar kurang lebih 300 orang dan sebagian besar bertempat tinggal di pinggiran kota Yogyakarta yaitu di wilayah Kulon Progo, Bantul, dan Sleman. Rata-rata penghasilan mereka Rp. 20.000 sd maksimal Rp. 50.000 dalam sehari. Kadang bahkan tidak mendapatkan penghasilan sama sekali jika tidak ada orang yang menggunakan jasanya. Mereka rata-rata mendapat penghasilan bersih Rp. 10.000 sd Rp. 20.000 setelah dikurangi ongkos tranportasi dan makan siang.

Salah satu emak-emak  yang saya kenal karena saya sering menggunakan jasanya pada saat  berbelanja di Pasar Beringharjo adalah emak/mbok Ngatilah ( 50 thn ) yang betempat tinggal di Kulon Progo dan sudah 20 tahun menjadi buruh angkat / buruh gendong . Emak Ngatilah berangkat dari rumah jam 03.00 pagi dan menuju pasar Beringharjo dengan menggunakan angkutan bis umum dan ojek. Sampai di pasar Beringharjo sekitar jam 05.00 dan langsung mencari orang yang membutuhkan jasanya. Dengan penghasilan rata-rata Rp. 40.000 sd Rp. 50.000 , setiap hari emak Ngatilah hanya mebawa pulang uang Rp. 10.000 sd Rp. 15.000 setelah dikurangi ongkos tranportasi dan makan siang sekitar Rp. 30.000. Kadang terpaksa tidak makan siang kalau tidak ada/tidak banyak orang yang menggunakan jasanya.

Emak Ngatilah, buruh angkat di Pasar Beringharjo, Yogyakarta

Selama 20 tahun emak Ngatilah menjadi buruh angkat / buruh gendong untuk menafkahi keluarganya dengan penghasilan yang sangat minim sekali. Hal itu tetap dijalaninya sebagai wujud tanggung jawab seorang ibu yang harus menafkahi 2 anaknya Agung ( 19 thn ) SMK kelas 2 dan Wian ( 17 thn ) SLTP kelas 3, serta membantu suaminya   Bp. Parmuji ( 70 thn ) yang bekerja sebagai buruh bangunan . Setiap hari emak Ngatilah hanya mendapat penghasilan bersih Rp. 10.000 sd Rp. 15.000 untuk membeli beras dan sayur / lauk pauk untuk makan satu keluarga. Walaupun dengan kondisi semacam itu  emak Ngatilah tetap mengucap syukur karena bisa menjalani hidup sampai sekarang. Karena dia percaya bahwa rejeki itu semuanya datangnya dari Tuhan. Dia percaya selama masih mau berusaha pasti Tuhan akan memelihara kehidupannya dan membuka jalan dari setiap kesulitan yang dihadapinya. Yang selalu diminta dalam setiap doanya adalah agar Tuhan selalu memberi kesehatan agar dia tetap dapat mencari uang untuk menafkahi keluarganya.

Emak Ngatilah dan emak-emak lain yang bekerja sebagai buruh gendong / buruh angkat di pasar Beringharjo itulah ”emak-emak yang sesungguhnya”. Emak-emak  tangguh yang sudah teruji kesetiaan dan tanggung jawabnya terhadap keluarga . Bukan emak-emak yang muncul hanya pada saat kampanye pada saat pemilihan umum. Emak-emak yang ada di pasar Beringharjo itulah yang bisa menjadi teladan untuk kita semua. Kita bisa belajar dari ketekunannya dalam bekerja, belajar dari  ketangguhannnya bertahan dalam situasi yang tidak mudah,  belajar dari kesetiaan dan tanggung jawabnya terhadap keluarga, dan belajar dari sikapnya yang selalu mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas kesehatan dan pemeliharaan yang Tuhan berikan dalam kehidupan mereka. ” Pribadi yang tangguh adalah mereka yang tidak pernah menyerah dengan kesulitan dan masalah yang dihadapi dan terus berjuang sampai batas maksimal kemampuannya, untuk menggapai apa yang menjadi tujuan hidupnya “

Gambar : Emak-emak pekerja di sawah

Pembaca yang hebat..!! ” Pribadi yang tangguh tidak selalu orang yang pintar, kaya dan sukses, tetapi setiap pribadi yang dengan segala keterbatasan dan kekurangannya berjuang tanpa menyerah untuk menghidupi keluarganya “ Mak Ngatilah dan teman-temannya yang mencari nafkah di pasar Beringharjo sudah membuktikan ketangguhan sikap dan mental mereka, bagaimana dengan Anda? Mungkin Anda lebih beruntung dibandingkan emak Ngatilah secara ekonomi. Mungkin sebagai karyawan, penghasilan Anda juga lebih besar dibandingkan dengan emak Ngatilah. Mungkin  problem dan masalah dalam keluarga Anda tidak seberat Emak Ngatilah. Tetapi apakah anda mempunyai sikap dan hati seperti emak Ngatilah…? Sikap yang selalu setia dan  bertanggung jawab terhadap keluarga dan hati yang selalu bersyukur dalam segala keadaan serta tidak pernah menyerah menghadapi masalah apapun yang terjadi dalam hidupnya.

Apapun kondisi dan masalah yang Anda hadapi saat ini, dan apapun profesi dan jabatan Anda saatini, ” Jadilah orang yang kuat dan tangguh di segala situasi dengan menjaga pikiran kita tidak hanya fokus pada besarnya masalah, tetapi pada besarnya kuasa Tuhan yang memampukan kita menghadapi apapun masalah yang terjadi. “ tetaplah selalu bersyukur. Bersyukur untuk kesehatan kita. Bersyukur untuk keluarga kita. Bersyukur untuk kehidupan pernikahan kita yang manis dan bersyukur untuk pekerjaan kita dan berkat-berkat yang mengalir dalam hidup kita. Amin…..

Jadilah orang yang kuat dan tangguh di segala situasi dengan menjaga pikiran kita tidak hanya fokus pada besarnya masalah, tetapi pada besarnya kuasa Tuhan yang memampukan kita menghadapi apapun masalah yang terjadi “

( F. Kristiono )

8 Replies to “Emak-Emak Tangguh”

    1. Sama-sama Dini, kita wajib bersyukur kepada Tuhan untuk semua yang kita miliki saat ini karena masih banyak orang yang belum beruntung seperti kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

About

Inspiring Says atau dalam Bahasa Indonesia berarti
“perkataan yang menginspirasi”
adalah suatu web yang berisi cerita bermakna yang memiliki tujuan untuk menginspirasi pembacanya untuk selalu memiliki sikap dan pandangan yang positif dalam menjalani kehidupan.

Selamat membaca.

Regards,
F. Kristiono

Statistik Pengunjung

  • 30,267 Pengunjung