Zona Nyaman..? No Way..!!

4 Comments


Saya mempunyai seorang teman yang bekerja di salah satu mall yang cukup terkenal disalah satu kota dimana saya tinggal. Sebut saja Denny namanya. Denny sudah cukup lama bekerja di mall tersebut, 12 tahun lamanya sebagai Staf Marketing. Denny mempunyai atasan bernama Dion yang menjabat sebagai Manager dan sudah bekerja di mall tersebut kurang lebih 10 tahun dan berusia hampir sama dengan Denny ( 35 thn ). Tetapi karena Dion mempunyai hubungan kekerabatan dengan pemilik mall, Dion lebih beruntung dibandingkan Denny sehingga dapat menempati posisi sebagai Manager.

Walaupun posisi Denny sebagai staf marketing, tetapi hampir semua tugas dan tanggung jawab Dion dialihkan ke Denny. Direksi yang ada di Mall tersebut sebetulnya tahu bahwa kemampuan Denny lebih baik daripada Dion, demikian juga mereka tahu bahwa Denny lah yang mengerjakan hampir semua tugas-tugas Dion. Tetapi mereka tampaknya tutup mata dan membiarkan semua itu terjadi. Salah satu direksi yang ada di Mall tersebut sebetulnya mempunyai hubungan yang baik dengan Denny dan pernah menjanjikan kepada Denny bahwa untuk kedepannya nanti akan ada perubahan-perubahan,  baik fasilitas atau jabatan yang lebih baik, tetapi ternyata semuanya itu hanya tinggal janji-janji saja. Selama bertahun-tahun, janji -janji yang diucapkan tidak pernah terealisasi.

Sebetulnya Denny ingin mendapatkan karier yang lebih baik, tetapi untuk mencoba mencari pekerjaan di tempat lain kurang memiliki keberanian karena Denny menyukai pekerjaannya dan sudah terbiasa, serta merasa nyaman dengan rutinitas yang dijalaninya, maka Denny berusaha tetap bertahan. Denny terjebak oleh zona nyaman yang dibangunnya sendiri dan takut keluar dari zona nyamannya tersebut, sehingga tidak berani melangkah untuk mencari peluang dan tantangan baru, walaupun sebetulnya itu akan merugikan dirinya sendiri.

Waktu Denny menceritakan semua hal yang dialaminya itu kepada saya. Saya berkata “sebaiknya kamu mencoba mencari pekerjaan baru di tempat lain yang lebih baik dan lebih menantang karena kalau diteruskan agar merugikan dirimu sendiri.” Denny menjawab “saya sangat menyukai pekerjaan saya, kalau saya pindah kerja ditempat lain apakah bisa mendapatkan yang lebih baik?” dan berbagai ungkapan lain yang intinya Denny tidak siap keluar dari zona nyaman yang selama ini dia rasakan. Setelah berkali-kali saya nasehati agar Denny harus berani keluar dari zona nyamannya, Denny mulai mencoba mencari pekerjaan di tempat lain. Ternyata tidak lama kemudian Denny diterima di salah satu Mall lain yang ada di kota yang sama, dengan posisi yang jauh lebih baik yaitu sebagai Manager Marketing & Leasing, dan tentu saja dengan penghasilan  yang berkali lipat dari yang diterima di tempat kerja sebelumnya.

Pembaca yang hebat!! Zona nyaman atau comfort zone adalah suatu keadaan dimana seseorang merasa sudah berada di tempat yang pas. Tidak merasa cemas, pun terbebani. Sesuai namanya, zona nyaman memang ruang paling nyaman bagi kita. Berada di tempat yang nyaman dengan segala ketenangannya membuat kita cenderung enggan beranjak. Sayangnya, hal itu belum tentu yang terbaik. Untuk keluar dari zona nyaman memang bukan hal yang mudah, terlebih kalau zona nyaman itu sudah kita nikmati bertahun-tahun . Disaat berada di zona nyaman memang membuat orang merasa terlena, merasa santai, tanpa tekanan, fleksibel, bisa bersenang-senang, dan bebas. Tapi, tanpa Anda sadari zona nyaman tersebut sudah membuatmu sulit untuk maju dan berkembang dan menjadi tidak kreatif. Sebab, yang Anda kerjakan hanya itu-itu saja tanpa adanya inovasi atau pelajaran baru yang diterima.

Zona nyaman justru bisa membahayakan kita karena membuat kita kurang peka dan peduli dengan perubahan yang terjadi. Seperti ilustrasi ‘boiling frog’ dimana seekor katak akan berontak bila dimasukkan kedalam panci dengan air mendidih. Tetapi bila ia dimasukkan kedalam air dengan suhu ruang dan diletakkan di atas kompor, ia akan menikmatinya. Tidak menyadari bahwa diam-diam suhu air menjadi hangat karena dipanaskan. Dan saat ia menyadari air sudah panas, ia terlambat untuk melompat karena merasa aman dengan ‘kehangatan’ yang dialaminya.

Ada beberapa alasan mengapa kita harus berani keluar dari zona nyaman.

1. Masa depan adalah hal yang belum pasti. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Semua bisa berubah dan hanya yang dapat beradaptasi yang akan bertahan.

2. Tidak melakukan perubahan dapat melahirkan penyesalan di kemudian hari. Meski sulit, cobalah keluar dari zona nyaman. Gagal sekalipun tak mengapa. Setidaknya Anda sudah pernah mencoba. Tapi yakinlah, melangkah keluar dari zona nyaman patut diperjuangkan.

Keluar dari zona nyaman akan membuat Anda tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Serangkaian proses membuat perjalanan ke luar zona nyaman membantu Anda menemukan diri dan tujuan hidup.

Anda  bisa melangkah keluar dari zona nyaman nyaman dengan melakukan cara-cara sebagai berikut :

1. Menantang diri sendiri untuk menuju harapan/perkembangan yang lebih baik

Melangkah keluar dari zona nyaman penting untuk perkembangan diri sendiri. Mencoba sesuatu di luar kebiasaan dan rutinitas akan membuat Anda berkembang. Menantang diri sendiri dapat memberikan kita kesempatan untukmenjadi lebih baik dari yang sebelumnya.

2. Berani mengambil risiko untuk membuat kita lebih cepat sukses

Seiring bertambahnya usia, manusia cenderung semakin takut mengambil risiko dan mencoba hal baru. Alasannya takut gagal. Kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Para pebisnis harus berani mengambil resiko dalam bisnis agar bisa sukses. Mengalami kegagalan adalah hal yang biasa untuk mencapai sukses.

3. Mencoba hal-hal baru dapat membuat Anda lebih kreatif

Belajarlah banyak hal baru. Baik itu yang Anda sukai, atau bahkan Anda takuti. Tak pernah berhenti mengasah keterampilan akan membuat mental kita tetap sehat. Kreativitas yang sesungguhnya, dapat terjadi jika kita membuka kemungkinan akan kegagalan. Pada saat yang sama, mempertaruhkan kegagalan akan memberikan kemungkinan pencapaian kreativitas yang hebat. Ini akan berguna agar saat usia tua nanti kita tetap bisa sehat secara mental

Dengan keluar dari zona nyaman, kita akan menjadi pribadi yang lebih open-minded. Sebab, memiliki pemikiran yang terbuka dan akan mengeksplorasi pikiran untuk menjadi lebih kreatif, tampil beda, dan mampu menerima pengalaman dan cara pandang yang baru. Maka, makin tinggi pula peluang kesuksesan yang ingin dicapai. Selamat mencoba.

Oleh : F. Kristiono


” Keluar dari zona nyaman akan membuat kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, karena serangkaian proses membuat kita menemukan tujuan hidup “

F. Kristiono

4 Replies to “Zona Nyaman..? No Way..!!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

About

Inspiring Says atau dalam Bahasa Indonesia berarti
“perkataan yang menginspirasi”
adalah suatu web yang berisi cerita bermakna yang memiliki tujuan untuk menginspirasi pembacanya untuk selalu memiliki sikap dan pandangan yang positif dalam menjalani kehidupan.

Selamat membaca.

Regards,
F. Kristiono

Statistik Pengunjung

  • 30,267 Pengunjung