Melayani Dengan Hati

0 Comments


Para pembaca yang hebat! Pernahkah Anda bertemu pelayan restoran yang jutek? Pelayan toko atau pramuniaga yang cuek? Perawat rumah sakit yang galak? Sopir yang tidak sabaran? Guru yang malas-malasan mengajar? Pegawai kelurahan/kecamatan yang melayani tanpa senyum? Kalau jawabannya ya, berarti memang benar di negara kita ini masih banyak orang yang  belum mengerti betapa pentingnya melayani dengan baik. Jika kita memiliki perusahaan atau kita menjabat sebagai pimpinan perusahaan yang mempunyai karyawan seperti itu, sungguh tentu sangat-sangat menjengkelkan.

Pelayan restaurant harusnya punya sikap yang ramah. Pelayan toko/pramuniaga harusnya dalam kondisi yang selalu siap sedia dalam melayani customernya, bukan malah asik ngobrol sendiri. Guru seharusnya melayani murid, dengan cara mempersiapkan materi dan metode terbaik sebelum mengajar, dan ketika mengajar pun dengan pembawaan menyenangkan. Perawat seharusnya melayani pasien dengan sigap dan ramah, bukannya bikin pasien tambah sakit gara-gara melihat tampang butek-nya. Sopir juga seharusnya melayani penumpangnya, kalau kendaraannya sudah penuh sesak, jangan tambah penumpang lagi, apalagi plus marah-marah, dan menyetir dengan ugal-ugalan. Pegawai kelurahan atau kecamatan akan sangatlah menyenangkan kalau melayani dengan ramah dan penuh senyuman. Banyak orang yang tidak bisa melayani dengan baik karena tidak sadar bahwa ketika kita melayani orang lain, sesungguhnya kita sedang membahagiakan diri kita sendiri.

Di dekat rumah saya ada seorang dokter umum namanya dr. Melati (nama disamarkan). Setiap hari ia membuka praktek melayani orang yang mau berobat, dan biasanya jam buka prakteknya dari jam 08.00 sd jam 14.00 WIB, kecuali hari Minggu atau hari libur. Setiap pagi saat akan berangkat bekerja, saya melihat biasanya sekitar jam 07.00 WIB sudah mulai ada pasien yang mendaftar, dan sekitar jam 08.00 WIB pasiennya sudah banyak yang menunggu giliran untuk diperiksa. Kalau saya lihat pasiennya dari berbagai lapisan masyarakat. Dari mereka yang berjalan kaki, naik sepeda atau sepeda motor, dan ada jugaNyang naik mobil. Karena dokter umum maka  pasiennya juga sangat beragam sekali mulai dari anak balita sampai orang yang sudah tua. Setiap harinya, pada saat buka praktek pasiennya rata-rata sebanyak sekitar 20 sd 30 orang.

Saya penasaran sekali, kenapa pada saat banyak orang sampai harus antri ber jam-jam untuk memeriksakan kesehatannya dengan menggunakan fasilitas BPJS  karena biayanya sangat murah dan kadang bahkan tidak membayar sama sekali, masih ada orang yang rela antri untuk memeriksa kesehatannya ke dokter non BPJS dan mau membayar labih mahal dibandingkan jika mereka menggunakan fasilitas BPJS. Bahkan  masih harus antri untuk dapat diperiksa, dan kadang harus daftar lebih dahulu atau datang lebih pagi agar mendapat pelayanan lebih awal.

Suatu saat saya datang ke tempat praktek dr. Melati untuk memeriksakan kesehatan istri saya yang sakit karena asam lambungnya naik. Agar mendapat pelayanan lebih awal, maka pagi-pagi sekitar jam 07.00 WIB saya sudah mendaftar lebih dahulu. Bersamaan dengan saya ada juga beberapa orang yang juga akan memeriksa kesehatannya. Kami harus mendaftar dulu ke bagian pendaftaran untuk diperiksa berdasarkan urutan. Tepat jam 08.00 WIB, dr. Melati mulai melakukan pemeriksaan dan istri saya mendapat giliran yang pertama, dan saya pun ikut masuk mendampinginya. Dengan teliti sekali dr. Melati memeriksa istri saya, mulai dari diperiksa tensinya, detak jantungnya, detak nadinya, perutnya dan anggota tubuh yang lain, yang menurut saya sangat detail sekali.

Setelah memeriksa istri saya, dr. Melati tidak hanya menerangkan faktor-faktor penyebab sakitnya dan juga cara pengobatannya, tetapi dia juga menerangkan dan memberi tahu bagaimana cara hidup yang sehat dan pola makan yang sehat, agar selalu terjaga kesehatannya, kemudian memberikan obat yang harus diminum beserta aturannya. Setelah itu dia melihat saya dan menawarkan memeriksa nadi dan tensi saya serta ditanya keluhan-keluhan yang saya derita, padahal saya tidak meminta untuk diperiksa. Tetapi dr. Melati memberikan pelayanan dan kosultasi gratis kepada saya. Saya juga diberitahu bagaimana menjaga pola makan dan gaya hidup yang sehat. Dr. Melati juga dengan telaten melayani pertanyaan yang diajukan istri saya dan pertanyaan saya. Hampir 35 menit waktu yang dihabiskan untuk memeriksa istri saya dan memberikan konsultasi. Setelah selesai saya membayar untuk biaya pemeriksaan dan juga sekalian dengan obatnya. Ternyata biaya yang harus untuk pemeriksaan sekalian dengan obatnya sangat terjangkau untuk masyarakat kecil.

Setelah mengalami sendiri diperiksa oleh dr. Melati, saya baru mengerti kenapa banyak orang yang rela antri sejak pagi dan mau membayar biaya perawatan lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan fasilitas BPJS. Ternyata dr. Melati melayani dengan hati terhadap pasiennya-pasiennya, bahkan melebihi harapan pasiennya. Ketika banyak dokter yang terburu-buru dan kadang kurang teliti dalam memeriksa pasiennya, dr. Melati dengan sabar dan teliti memeriksa pasiennya. Ketika sebagian besar dokter dalam memberikan konsultasi kepada pasiennya kadang tidak mau berlama-lama, dr. Melati bahkan mau meluangkan waktu untuk memeriksa saya dengan gratis dan melayani konsultasi dengan sabar. Ketika banyak dokter kadang hanya menjawab seperlunya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pasiennya, dr. Melati bahkan mau memberitahu dan menerangkan bagaimana menjalani hidup dengan baik dan sehat. Semua itu dilakukan dengan semua pasiennya tanpa memilih-milih latar belakang pasiennya. Itulah yang membedakan dr. Melati dengan dokter-dokter yang lain pada umumnya, karena dr. Melati melayani dengan hati, dan dia memenangkan hati pelanggannya. Sampai saat ini dr. Melati menjadi tujuan utama kalau dalam keluarga saya perlu melakukan pemeriksakan kesehatan. Bahkan kami sekeluarga berteman dengannya karena pelayannya yang luar biasa.

Pembaca yang hebat!! Inilah arti sesungguhnya dari “MELAYANI DENGAN HATI”. Apapun profesi Anda saat ini, baik itu sebagai pelayan restoran/toko, perawat, sopir, guru, pegawai negeri, dokter, wiraswasta/pengusaha dan berbagai profesi lainnya, kalau Anda dapat melayani dengan sungguh-sungguh dan penuh ketulusan kepada para customer Anda, niscaya Anda akan bisa memenangkan hati pelanggan Anda, serta mendapatkan pelanggan yang sangat loyal dan dan akibatnya juga meningkatkan brand image perusahaan dimana Anda bekerja.

Melayani dengan hati dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Setiap saat, kita dapat menjadi berbahagia dengan melayani. Kita dapat melayani ibu kita dengan membuatkannya secangkir teh hangat, melayani ayah kita dengan membawakan tas kerjanya pada saat dia pulang kerja atau membukakan pintu garasi/pintu rumah, melayani suami atau istri kita dengan penuh kasih, melayani adik kita dengan membantunya mengerjakan PR, melayani karyawan kita dengan mendengar dan memberi solusi apa yang menjadi masalah dan persoalan yang mereka hadapi dalam pekerjaan, bahkan melayani orang-orang di sekitar kita dengan bersedia mendengarkan dan bersedia membantu apa yang dibutuhkan.

Melayani adalah pekerjaan yang mulia. Marilah kita mempunyai jiwa yang melayani. Dimanapun kita berada kita dapat melayani sesama kita. Kita dapat melayani sepanjang hidup kita dimanapun kita berada. Alangkah baiknya kita mempunyai jiwa melayani dengan hati. Semoga kita memahami bahwa kebahagiaan sejati ada pada melayani, dan bukan dilayani. Amin….

Oleh : F. Kristiono

“Orang yang tidak bisa melayani dengan baik tidak menyadari, bahwa ketika kita melayani orang lain dengan baik, sesungguhnya kita sedang membahagiakan diri kita sendiri “

F. Kristiono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

About

Inspiring Says atau dalam Bahasa Indonesia berarti
“perkataan yang menginspirasi”
adalah suatu web yang berisi cerita bermakna yang memiliki tujuan untuk menginspirasi pembacanya untuk selalu memiliki sikap dan pandangan yang positif dalam menjalani kehidupan.

Selamat membaca.

Regards,
F. Kristiono

Statistik Pengunjung

  • 30,305 Pengunjung