Mempunyai Hati Yang Peduli

2 Comments


Gambar : Dari dokumentasi pribadi


Ditempat saya bekerja ada komunitas peduli anak yatim dan sudah berjalan 3 tahun. Aktifitasnya  setiap 2 atau 3 bulan sekali adalah mengunjungi salah satu Panti Asuhan yang ada di Kota Yogyakarta yang menampung anak-anak yang masih kecil ( rata-rata usia Sekolah Dasar/SD )  dan memberikan santunan . Dilain kesempatan juga mengajak anak-anak Panti Asuhan berjalan-jalan di tempat hiburan yang ada ruang terbukanya untuk mengajak bermain-main,  setelah itu dilanjutkan dengan makan siang bersama, kadang juga mengajak anak-anak Panti  Asuhan berenang, dan setelah selesai berenang dilanjutkan dengan acara  makan-makan bersama.

Selain komunitas peduli anak yatim, ada juga karyawan yang aktif dalam kegiatan peduli anak-anak penderita kanker dengan menyediakan rumah singgah bekerja sama dengan salah satu yayasan  yang ada di kota Yogyakarta. Kegiatannya tidak jauh berbeda dengan komunitas peduli anak yatim. Selain membantu financial juga membuat kegiatan – kegiatan yang memberi penghiburan dan penguatan untuk anak-anak penderita Kanker. Ada juga karyawan yang aktif dalam kegiatan bedah rumah/perbaikan rumah untuk masyarakat di sekitar lingkungannya yang rumahnya sangat tidak layak huni dan akan diperbaiki dengan bantuan dari dana yang dikumpulkan dari para donatur yang dikoordinirnya.

Saya sungguh bangga mempunyai teman-teman sekerja yang tidak memikirkan diri sendiri tetapi punya hati yang peduli terhadap mereka yang membutuhkan bantuan, walaupun mereka sendiri mungkin juga bukan orang yang kaya dan mungkin juga punya masalah dalam hal keuangan tapi mereka adalah orang-orang yang ‘’mempunyai hati yang penuh dengan kepedulian ’’. Saya juga sebagai  bagian dari karyawan tentu senang sekali dan ikut mendukung dan berpartisipasi dengan kegiatan yang sangat positip  tersebut karena itulah sesungguhnya bentuk ‘’ kepedulian ‘’ yang nyata dan secara konsisten dilakukan.

Walaupun mungkin bantuan atau dukungan financial yang diberikan masing-masing orang tidak besar karena merupakan iuran suka rela setiap bulan dari karyawan-karyawan dibagian opersional, tetapi tentu sangat bermakna karena dilakukan secara rutin dan masih berlangsung sampai sekarang. Tuhan tentu tidak melihat besarnya nilai yang diberikan, tetapi melihat konsistensi dan hati yang mau memberikan dengan tulus dan ikhlas. Mereka semua memberi dengan tulus walaupun mungkin mereka sendiri hidupnya sangat sederhana dan bukan orang yang kaya. Tetapi mereka semua adalah orang-orang yang kaya hatinya.

Gambar : Dari dokumentasi pribadi

Pembaca yang hebat..!! Untuk mempunyai hati yang penuh dengan kepedulian tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus dilatih dan dibiasakan serta tidak harus menunggu Anda menjadi kaya terlebih dahulu . Setiap Anda bisa melakukan, dan bantuan  tidak selalu harus dalam bentuk materi atau uang tetapi juga bisa dalam bentuk perhatian dan juga doa yang terus-menerus Anda Lakukan. Yang terutama juga  adalah konsistensi untuk terus mau melakukan.

Memberi perhatian dan bantuan untuk orang-orang yang memerlulan bantuan dan berkekurangan, terlebih jika itu anak-anak yatim, panti jompo atau janda-janda miskin berarti Anda sedang menanam investasi di Surga dan membuat diri Anda :

 1. Tidak menjadi orang yang egois. Ketika Anda peduli kepada orang lain yang membutuhkan pertolongan maka secara tidak langsung sebetulnya Anda sedang berproses menjadi orang yang tidak egois dan mempunyai kepekaan terhadap sekitar anda.

 2. Bebas dari rasa tamak. Ketika Anda memberikan bantuan materi kepada orang yang membutuhkan pertolongan sebetulnya Anda membebaskan diri dari rasa tamak. Semakin sering Anda membantu orang lain maka Anda akan menjadi semakin  murah hati, tetapi semakin Anda  jarang memberi, secara tidak langsung Anda sedang memproses diri Anda untuk menjadi orang yang  kikir.

3. Ada suka cita. Setiap Anda membantu orang lain terlebih jika orang tersebut betul-betul sangat terbantu dengan pertolongan Anda, pasti ada suka cita dalam hati Anda, karena hidup Anda sangat bermakna dan berarti bagi orang lain.

4. Memberkati Diri Sendiri. Setiap bantuan yang Anda berikan tidak akan membuat Anda menjadi miskin, terlebih jika bantuan itu tertuju tepat pada orang yang membutuhkan dan Anda lakukan dengan tulus dan ikhlas , justru itu akan memberkati diri Anda sendiri. Karena semakin sering Anda membantu orang lain akan semakin banyak orang yang akan mendoakan Anda dan Tuhan sendiri yang akan memberkati Anda dengan lebih berlimpah.

5. Investasi di Surga. Sesungguhnya setiap bantuan yang Anda berikan ke orang lain dengan tulus dan ikhlas serta tidak menuntut balas, Anda sebetulnya sedang menanam investasi di Surga, karena setiap tangan Anda terulur untuk orang-orang yang membutuhkan pertolongan , tangan Tuhan selalu mencatat setiap yang Anda lakukan dan itu berkenan dihadapan-Nya.

Mari kita semua berlomba-lomba untuk membangun dan melatih kepedulian kepada sesama kita yang membutuhkan . Dengan membangun kepedulian, Anda bisa memiliki kemampuan untuk berempati kepada orang lain dan menjalani hidup berdasarkan rasa kasih sayang  dan cinta kasih kepada orang-orang di sekitar Anda dan hidup akan jauh lebih berharga dan bermakna. Amin.

‘’ Untuk mempunyai hati yang penuh dengan kepedulian harus dilatih dan dibiasakan serta tidak harus menunggu Anda menjadi kaya terlebih dahulu ‘’

( F. Kristiono )

2 Replies to “Mempunyai Hati Yang Peduli”

  1. Hal yg plg sulit di bagian ini adalah konsistensi. Semoga kita senantiasa diberi kemudahan dlm berbagi kasih.Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

About

Inspiring Says atau dalam Bahasa Indonesia berarti
“perkataan yang menginspirasi”
adalah suatu web yang berisi cerita bermakna yang memiliki tujuan untuk menginspirasi pembacanya untuk selalu memiliki sikap dan pandangan yang positif dalam menjalani kehidupan.

Selamat membaca.

Regards,
F. Kristiono

Statistik Pengunjung

  • 30,305 Pengunjung