Menjadi Pribadi Mandiri? Siapa Takut!!

0 Comments


Gambar : Dokumentasi pribadi


Saya mempunyai teman yang cukup berada namanya Fredy yang saat ini berusia 60 tahun. Fredy mempunyai 2 orang anak laki laki yang keduanya masih kuliah. Karena sangat menyayangi anak-anaknya apapun yang diperlukan anaknya semua dipenuhi. Kendaraan, HP yang bagus, computer bahkan televisi masing-masing anaknya semua memiliki sendiri-sendiri. Demikian juga uang saku untuk kebutuhan sehari-hari  semuanya terpenuhi lebih dari cukup.

Tanpa disadari oleh Fredy, anak-anaknya menjadi pribadi yang sangat bergantung kepada orang tuanya dan lebih banyak menggunakan waktunya untuk bermain dengan teman-temannya dan bermain game. Kuliah anak-anaknya pun tidak berjalan dengan lancar karena anak-anak Fredy lebih banyak bermain dibandingkan kuliah. Sebetulnya Fredy dan istrinya sudah berusaha menasehati anak-anaknya agar bisa menjalani kuliah dengan serius, tetapi anak-anaknya sudah terlanjur asyik dengan dunia mereka sendiri. Anak-anaknya tidak khawatir karena mereka mempunyai orang tua yang bisa menjamin hidup mereka kelak.

Dengan berjalannya waktu, bisnis Fredy mengalami kerugian yang besar dan akhirnya baangkrut. Tidak hanya itu Fredy akhirnya terkena stroke dan memerlukan biaya perawatan yang cukup besar. Karena bisnisnya bangkrut dan tidak ada penghasilan akhirnya kedua anak-anaknya berhenti kuliah karena tidak ada biaya untuk membayar kuliah. Selain itu Fredy juga masih memerlukan biaya untuk perawatan memulihkan penyakit stroke nya.  Karena kondisi tersebut  untuk makan dan hidup sehari-haripun, Fredy harus dibantu oleh saudara Fredy dan saudara istrinya agar mereka bisa bertahan hidup.

Karena terbiasa hidup bergantung kepada orang tuanya anak-anak Fredy mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada. Walaupun kedua anak tersebut sudah berusia lebih dari 20 tahun, tetapi  daya juang mereka untuk membantu orang tuanya agar mereka semua sekeluarga bisa hidup mandiri tanpa bantuan orang lain masih belum bisa dilakukan. Beberapa kali anak-anaknya mendapatkan pekerjaan tetapi beberapa kali keluar dari pekerjaan. Karena mereka tidak siap menghadapi dunia kerja yang mungkin cukup keras bagi mereka yang selama ini sudah terbiasa hidup enak dan dimanjakan oleh orang tuanya.

Gambar : Dokumentasi pribadi

Anak-anak Fredy menjadi pribadi yang tidak tahan uji, tidak mandiri dan cenderung mencari pekerjaan yang tidak menantang dan yang mudah-mudah saja. Tetapi mereka terpaksa tetap harus bekerja apa saja karena Fredy dan istrinya tidak bisa mencari nahkah sendiri. Bantuan dari saudara-saudara Fredy tetap harus ada karena kalau hanya mengandalkan penghasilan dari anak-anaknya tidak cukup untuk hidup. Sampai sekarang Fredy dan keluarganya masih menjalani hidup yang tidak mudah.

Pembaca yang hebat..!! ” Kemandirian akan membuat seseorang lebih percaya diri, tidak bergantung ke orang lain serta lebih siap menghadapi tantangan dan menjalani hidup yang sesulit apapun, “ karena itu anak harus dilatih menjadi seorang yang mandiri. Mendidik yang salah, terbiasa hidup serba ada  dan cenderung menggantungkan diri pada pemberian, bantuan, atau belas kasihan orang lain, dan pada saat yang sama hidup bermalas-malasan, jelas merupakan sikap hidup yang salah dan akan fatal akibatnya. Karena itu, tidak peduli apapun dan bagaimana keadaan kita, kita sendirilah yang harus bertanggung jawab kepada hidup kita sendiri. Walau tahu akan fatal akibatnya, namun banyak orang menempuh sikap hidup seperti itu.

Banyak contoh, seorang anak yang sudah dewasa atau sudah berkeluarga namun tetap bergantung kepada orang tuanya. Ada juga anak yang hanya mengandalkan warisan orang tuanya. Dalam keluarga ada pula sanak saudara yang terus menerus mengharapkan belas kasihan anggota keluarga lainnya. Ketergantungan itu biasanya selalu diikuti dengan sikap malas dan tidak mau berupaya lebih keras untuk merubah kehidupannya sendiri.

Gambar : Dokumentasi pribadi

Orang yang bergantung seperti itu berarti menyerahkan nasibnya pada kendali orang lain atau sesuatu yang berada diluar dirinya. Orang seperti itu pilihan hidupnya sangat terbatas. Jika ada kejadian-kejadian yang tidak biasa atau masalah-masalah yang lebih berat, ia tidak akan mampu mengatasinya. Lebih sering terjadi, dia akan menjadi korban dari situasi ketergantungan yang dipeliharanya itu.

” Mandiri itu sikap mental,  dengan mempunyai kemandirian, maka akan mempunyai kepercayaan diri yang kuat dalam menghadapi situasi sesulit apapun dan hidup akan lebih tenang karena bertumpu dengan kekuatan sendiri “ Manusia yang mandiri adalah manusia yang akan memiliki harga diri. Mandiri adalah sumber percaya diri. Mandiri membuat kita lebih tentram diri. Orang-orang yang berani hidup mandiri cenderung lebih tenang dan lebih tentram dalam menghadapi hidup ini. Selain dia siap mengarungi kehidupan, dia juga memiliki sikap mental yang mantap. Ingat! Mandiri itu sikap mental. Dengan mempunyai kemandirian, maka akan mempunyai kepercayaan diri yang kuat . Tetapi jangan dilupakan bahwa selalu ada campur tangan Tuhan dalam setiap kehidupan kita, karena itu bawa dalam doa kepada Tuhan setiap upaya dan usaha yang kita lakukan, karena Dialah yang akan membuka jalan. Amin….

” Mandiri itu sikap mental,  dengan mempunyai kemandirian, maka akan mempunyai kepercayaan diri yang kuat dalam menghadapi situasi sesulit apapun dan hidup akan lebih tenang karena bertumpu dengan kekuatan sendiri “

( F. Kristiono )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

About

Inspiring Says atau dalam Bahasa Indonesia berarti
“perkataan yang menginspirasi”
adalah suatu web yang berisi cerita bermakna yang memiliki tujuan untuk menginspirasi pembacanya untuk selalu memiliki sikap dan pandangan yang positif dalam menjalani kehidupan.

Selamat membaca.

Regards,
F. Kristiono

Statistik Pengunjung

  • 30,305 Pengunjung