Rumahku Adalah Istanaku

0 Comments


Gambar : Dokumentasi Pribadi


Kebahagiaan yang paling saya rasakan adalah saat pulang kerumah bertemu dengan istri dan anak-anakku, terlebih pada saat saya harus sering bertugas keluar kota dan kadang hanya bisa pulang sebulan sekali atau dua bulan sekali. Berkumpul dan bercengkrama dengan keluarga adalah saat-saat yang paling menyenangkan dan membahagiakan. Saling mengejek dan bercanda dengan anak-anak, mendengar cerita mereka tentang studynya, pekerjaannya, pergaulan dengan teman-temannya dan berbagi cerita dengan mereka  terasa sangat menyenangkan dan selalu saya rindukan. Mendengar keluhan istri dan curhatannya dalam merawat orang tua dan membimbing anak-anak membuat hidup terasa semakin bermakna. Pulang kerumah  itulah yang membuat saya selalu merasa bahagia dan tetap semangat walaupun harus mencari nafkah sampai ditempat yang kadang jauh dari keluarga. 

Memiliki rumah dan tinggal didalamnya merupakan impian setiap orang. Betapapun sederhana sebuah rumah, hal itu lebih baik dari pada tidak punya rumah. Itulah sebabnya orang sering berkata, “rumahku adalah istanaku”. Ungkapan tersebut menunjuk kepada kepemilikannya bukan kepada tampilan rumah. Saat hari sudah senja setiap orang bergegas pulang kerumah. Dia ingin berbaring menikmati kehangatan rumah dan orang-orang yang dikasihinya. Sebab itu, sama seperti sandang dan pangan, rumahpun merupakan kebutuhan pokok setiap orang. Ada orang yang punya banyak rumah, namun ada juga yang tinggal dirumah sewa. Ada yang tinggal di rumah gedung, namun ada juga di gubuk sangat sederhana. Anehnya, melalui bentuk dan lokasi rumah muncul sebutan tentang orang-orang yang tinggal di dalamnya: ada anak gedongan, anak komplek dan anak kampung. Rumah yang fungsinya untuk berteduh dan berbagai kasih, justru berubah menjadi tembok pemisah buat sesama.

Rumah bukan berarti gedung atau bangunan fisik (a house), tetapi sebuah bangunan hati yang bernama keluarga (a home). Dapatkah kita merasakan surga melalui rumah tangga/keluarga kita? Ketika anda bekerja, anda merindukan untuk pulang dan bertemu dengan anak dan istri. Anak dan istri menunggu si ayah datang dan menikmati kebersamaan, tertawa bersama, makan, berdoa, bermain, bercanda…. betapa bahagianya. Rumah kita tidak akan menjadi surga kalau Tuhan tidak hadir dan menjadi kontraktornya. Dasar rumah tangga harus dibangun dengan fondasi hidup takut akan Tuhan. Rumah juga bukan sekedar tempat untuk tidur. Bukan pula sekedar tempat berlindung. Rumah adalah tempat berbagi cinta kasih dan kehangatan. Didalam rumah orang pertama sekali belajar menerima, menghargai dan mengampuni. 

Gambar : Dokumentasi pribadi

Rumah dirancang sebagai tempat pertama orang menyerukan nama Tuhan dan belajar nilai-nilai luhur iman. Peranan rumah dan cara hidup didalam rumah sangat menentukan. ” Berhasil atau tidaknya seseorang bermula dari rumah, karena mereka yang biasa menerima didikan, teguran, kehangatan, cinta dan disiplin di rumah akan menjadi pribadi yang positif, penuh semangat, optimis dan pantang menyerah. ”  Sebaliknya orang yang seringkali menerima cercaan, penolakan, kekerasan di dalam rumahnya, dapat dipastikan orang tersebut akan menjadi seorang trouble maker, pesimis, minder dan kehilangan gairah hidup. 

Untuk mewujudkan keindahan dan kebahagiaan dalam rumah kita agar menjadikan  rumahku adalah istanaku maka perlu melakukan hal-hal sbb :

  1. Suami istri harus mempunyai kesatuan hati dalam membina rumah tangga. 

Ada pepatah yang mengatakan bahwa : pernikahan bisa dibuat di surga, tetapi pemeliharaannya harus dikerjakan di bumi.  Suatu pernikahan dimaksudkan untuk saling melengkapi-dua orang yang bekerja sama sebagai satu kesatuan, bukan dengan bersaing, namun dalam kebersamaan yang saling menguntungkan. Belajar bagaimana bekerja sama dan bagaimana hidup bersama adalah “pemeliharaan cinta” menjadi dasar perilaku/ karakter yang wajib dimiliki oleh sepasang suami istri untuk mempertahankan rumah tangganya. “Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya

  1. Menjaga kebersamaan dan kesetiaan.

Kebersamaan dan kesetiaan adalah pola dasar Allah dalam pembentukan keluarga yang diberkati dan itu tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi perlu curahan energi terbaik untuk membangun dalam anugerah Tuhan.  Karena keluarga didesain dan diciptakan oleh Tuhan sendiri, maka tujuan keluarga adalah untuk memuliakan-Nya, untuk itu komitmen bersama untuk menjaga kebersamaan dan kesetiaan harus dipegang kuat oleh suami istri.

  1. Menghadirkan Tuhan dalam kehidupan berkeluarga

Hidup berumah tangga harus dibangun dengan fondasi yang kuat. Untuk itu bersama-sama mewujudkan jam-jam ibadah dalam keluarga menjadi sesuatu hal yang mutlak. Kebersamaan dalam ibadah keluarga sama pentingnya dengan membangun komunikasi dan kebersamaan dalam keluarga. Jangan sampai komunikasi dalam keluarga digantikan oleh televisi, HP, komputer dan  hal-hal lain yang duniawi. Beribadah bersama keluarga dirumah,   harus selalu dilakukan sehingga bisa merasakan kehadiran Tuhan  nyata dalam kehidupan rumah tangga dengan demikian akan merupakan sarana membentengi diri keluarga dari hal-hal yang negative dan membuat keluarga untuk selalu hidup dalam jalan kebenaran.  

Gambar : Dokumentasi pribadi

Rumahmu adalah anugerah Tuhan untuk itu buatlah itu sebagai rumah doa, rumah kasih sayang, aman dan nyaman. Penuhilah dengan permata kehidupan dan isilah kamar-kamar dengan harta yang halal . Jika engkau memiliki rumah mewah, pujilah Tuhan dan jangan bermegah. Jika rumahmu sederhana, bersukacitalah dan teruslah berdoa dan bekerja keras. Dan jika engkau masih tinggal dirumah sewa, bersyukurlah, sebab ada begitu banyak keluarga yang hidup menggelandang karena tidak sanggup menyewa rumah. Dengan bersyukur engkau terus berjuang bersama Tuhan yang akan membuat engkau mampu membangun sebuah rumah yang akan engkau miliki.

” Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi rumah adalah tempat berbagi cinta kasih, kehangatan, kebersamaan , rumah juga tempat belajar nilai-nilai luhur dan iman, jadikanlah rumah seperti surga yang selalu dirindukan orang yang tinggal di dalamnya”  Menjadikan rumah sebagai tempat yang terbaik untuk orang tua , istri/suami dan anak-anak  merupakan pekerjaan rumah yang berat tetapi indah. Menjadikan rumah tempat anak-anak menanyakan berbagai masalah kehidupan dalam dunianya. Tempat anak-anak mendapatkan rasa aman dan tentram dalam pelukan kedua orang tuanya yang siap setiap saat menjadi sayap hangat yang melindungi mereka dari kedinginan dan polusi dunia luar. Sehingga anak dapat merasakan dan mengatakan, “Rumahku adalah istanaku”. Disinilah ia menemukan kebahagiaan, rasa aman dan jawaban kehidupan dari masalah yang dihadapinya, yang sudah seharusnya didapati dari orang tua lebih dahulu dan bukan dari dunia luar sehingga keluarga kita dapat menjadi berkat dan teladan bagi orang-orang disekitar kita. Amin…

” Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi rumah adalah tempat berbagi cinta kasih, kehangatan, kebersamaan , rumah juga tempat belajar nilai-nilai luhur dan iman, jadikanlah rumah seperti surga yang selalu dirindukan orang yang tinggal di dalamnya”

( F. Kristiono )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

About

Inspiring Says atau dalam Bahasa Indonesia berarti
“perkataan yang menginspirasi”
adalah suatu web yang berisi cerita bermakna yang memiliki tujuan untuk menginspirasi pembacanya untuk selalu memiliki sikap dan pandangan yang positif dalam menjalani kehidupan.

Selamat membaca.

Regards,
F. Kristiono

Statistik Pengunjung

  • 30,305 Pengunjung