Gusti Ora Sare

0 Comments


Gambar : Dokumentasi pribadi


Gusti ora sare , ungkapan tersebut tentu tidak asing bagi masyarakat Jawa. Arti ungkapan  “ Gusti ora sare ‘’ adalah  ‘’ Tuhan tidak tidur ‘’. Itu adalah salah satu filosofi hidup masyarakat Jawa yang  mengandung makna yang sangat dalam yaitu tentang  ‘’ symbol optimisme, keyakinan dan sekaligus kepasrahan ‘’ Misalnya saat seseorang yang sedang berusaha keras mencapai target yang diharapkan dan belum tercapai juga, maka orang-orang disekitarnya akan berusaha menyemangati dengan ucapan ‘’ tetaplah berusaha dengan maksimal karena Gusti ora sare dan pasti melihat dan menghargai usaha yang telah kamu lakukan ‘’ dan selama ada usaha yang sungguh – sungguh yang dilakukan maka Tuhan pasti akan membuka jalan.

Dalam pengertian yang lain, ungkapan Gusti ora sare ini bisa juga merujuk pada tafsir yang juga dalam bahasa jawa yaitu ‘’ becik ketitik ala ketara ‘’ artinya  ‘’ yang baik akan kelihatan, yang jelek akan nampak ‘’ Dimana dalam perjalanan waktu pada akhirnya segala perbuatan yang tidak baik walaupun disembunyikan serapat mungkin pasti suatu saat akan terungkap dan terbongkar sebagai akibat atas perbuatannya. Seiring dengan itu pula, kebaikan dan kebenaran akan dinyatakan. Dalam ungkapan becik ketitik ala ketara ini orang baik akan terlihat kebaikannya pada akhirnya dan orang jahat akan terungkap dan terbongkar dengan sendirinya dengan segala kemunafikan, kebusukan dan kejahatannya sebagai akibat atas perbuatannya.

Saya mempunyai seorang teman bernama Sutrisno yang saya kenal sejak kecil karena kami hidup bertetangga di kota Semarang. Sutrisno hidup dalam keluarga yang sederhana. Ayahnya seorang  pekerja bangunan, sedangkan ibunya adalah seorang pedagang ayam potong. Sutrisno hanya menempuh pendidikan sampai sekolah dasar ( SD ). Setelah tidak bersekolah dia ikut ayahnya menjadi pekerja bangunan. Walaupun itu pekerjaan kasar dan memerlukan fisik yang kuat tetapi dia melakukan itu dengan suka cita dan tidak pernah mengeluh, karena dia ingin membantu orang tuanya mencari nafkah.

Gambar : Dokumentasi pribadi

Menjadi pekerja bangunan dia lakukan mulai dari anak- anak, remaja sampai menjadi dewasa. Setelah menikah dan berkeluarga dia bekerja menjadi tukang becak dari siang sampai sore dan jika malam hari dia mejadi petugas jaga malam/petugas keamanan di kampung. Setelah selesai bertugas  jaga malam, paginya dia beristirahat dan bangun di siang hari untuk kembali mengayuh becak sampai sore  dan malam harinya kembali bekerja lagi sebagai petugas jaga malam. Pekerjaan itu  terus ia lakukan sampai dia mempunyai 2 anak dan sampai anak-anaknya selesai menjalani pendidikan sampai SLTA dan menikah serta mempunyai rumah tangga sendiri. Apa yang dilakukan oleh Sutrisno adalah wujud tanggung jawabnya baik.sebagi anak ataupun orang tua. Dengan segala keterbatasannya dia berjuang dengan maksimal untuk menghidupi keluarganya dan Tuhan pasti menghargai dan mecukupkan apa yang menjadi kebutuhan Sutrisno, karena Tuhan tahu apa yang menjadi kebutuhan insan-Nya.
‘’ Tuhan tidak tidur, Dia tidak selalu mengabulkan keinginanmu, tetapi Tuhan pasti memenuhi kebutuhanmu pada waktu-Nya, Tuhan tidak mengubah penyesalanmu di masa lalu , tetapi pasti memberi harapan baru di masa depan “

Pembaca yang hebat …!! Mungkin nasib kita  lebih beruntung dibandingkan Sutrisno. Pendidikan, pekerjaan dan latar belakang keluarga kita juga mungkin lebih baik dari Sutrisno. Tetapi apakah kita sudah mempunyai sikap seperti Sutrisno…?  Sebagai seorang anak, apakah kita sudah bertanggung jawab untuk dapat memenuhi harapan orang tua kita , sebagai orang tua apakah kita sudah bertanggung jawab membesarkan anak kita dan memberi pendidikan yang baik. Demikian juga sebagai seorang karyawan apakah kita juga sudah sungguh-sungguh melakukan yang terbaik untuk pekerjaan kita. Apapun  jabatan dan profesi kita marilah kita bekerja dengan baik, anggaplah  ‘’ bekerja itu adalah bagian dari Ibadah ‘’ dengan demikian maka kita akan melakukan yang terbaik untuk pekerjaan kita. Memang ” Tuhan tidak selalu mengabulkan keinginanmu, tetapi Tuhan pasti memenuhi kebutuhanmu pada waktu-Nya, Tuhan tidak mengubah penyesalanmu di masa lalu, tetapi pasti memberi harapan baru dimasa depan “ dan Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik sesuai dengan yang kita butuhkan pada waktunya.

Gambar : Dokumentasi pribadi

‘’ Gusti ora sare ‘’ atau ‘’ Tuhan tidak tidur ”, adalah  sebuah keyakinan sekaligus pernyataan Iman , symbol optimisme, keyakinan dan sekaligus kepasrahan kepada Tuhan atas segala upaya yang sudah dilakukan dengan sungguh-sungguh dan percaya bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik pada waktunya. Gusti ora sare juga dapat diartikan menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan  tatkala seorang yang beriman  menghadapi perlakuan tidak adil dari sesama atau kelompok tertentu  ,  yang dirasa bukan karena akibat kesalahannya dan menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan dengan keyakinan bahwa Tuhan yang akan menyelesaikan semuanya dengan cara Tuhan sendiri dan yang akan mengungkapkan semua kebenaran serta mempercayai bahwa Tuhan akan terus mengikuti, menopang dan memberi kekuatan setiap langkah pikir dan denyut nadi orang percaya, karena Dia tidak pernah tidur.

Gambar : Dokumentasi pribadi

Kita semua tentu sangat meyakini bahwa  ‘’ Gusti ora sare ‘’  oleh sebab itu apapun yang menjadi masalah atau tantangan yang kita hadapi saat ini kita harus mempunyai sikap sbb :

1..Jalankan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabmu dengan maksimal. Jika itu dapat dilakukan maka hasil yang didapat juga akan menggembirakan, karena hasil tidak akan pernah memgkhianati usaha. Memiliki sikap yang bertanggung jawab juga akan membuat bersemagat dan tidak mudah menyerah dengan tantangan dan kesulitan yang harus dihadapi.

2..Berkarya / bekerja itu adalah bagian dari ibadah untuk itu lakukanlah yang terbaik  dan apapun penilaian orang lain apakah itu baik atau buruk jangan melemahkan semangat dan usaha kita dan tetap fokus pada tujuan. Jika kita memberikan yang terbaik untuk pekerjaan yang kita lakukan maka hasilnya tentu juga tidak mengecewakan, karena hasil tidak akan mengkhianati usaha.

3..Yakin dan percaya bahwa Tuhan pasti memberikan yang terbaik untuk kita dan semua itu akan indah pada waktunya, karena Tuhan pasti mengetahui apa yang menjadi kebutuhan kita, hanya kita harus sabar untuk menunggu waktu Tuhan berkarya dalam hidup kita.

4..Jangan pernah membalas perlakuan buruk yang kita terima dan serahkanlah semuanya itu kepada Tuhan dan biarlah Tuhan yang akan menyelesaikannya. Memang itu tidak mudah, tetapi jika dapat menjalaninya dengan sabar dan ikhlas, pasti kita dapat melakukannya.

5..Tetaplah selalu beryukur dengan segala keadaan yang saat ini kita alami walaupun mungkin itu belum sesuai harapan atau keinginan kita, karena kunci kebahagiaan adalah pada hati yang mau selalu bersyukur dalam segala keadaan dan situasi.

Gambar : Dokumentasi pribadi

Apabila kita semua dapat melakukan hal tersebut diatas yakin dan percayalah bahwa hidup itu akan terasa lebih ringan dan kita semua akan selalu memandang kehidupan ini dengan penuh kedamaian dan rasa syukur dan yang selalu harus kita lakukan adalah menjalin hubungan yang dekat dengan Tuhan dengan rajin beribadah dan berdoa. ” Jangan mencari Tuhan hanya pada saat kita membutuhkan Dia, tetapi carilah Dia dalam segala keadaan, baik dalam kelimpahan atau kekurangan dalam keadaan sehat atau sakit ” Amin…

‘’ Tuhan tidak tidur, Dia tidak selalu mengabulkan keinginanmu, tetapi Tuhan pasti memenuhi kebutuhanmu pada waktu-Nya, Tuhan tidak mengubah penyesalanmu di masa lalu, tetapi pasti memberi harapan baru dimasa depan ‘’

( F. Kristiono )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

About

Inspiring Says atau dalam Bahasa Indonesia berarti
“perkataan yang menginspirasi”
adalah suatu web yang berisi cerita bermakna yang memiliki tujuan untuk menginspirasi pembacanya untuk selalu memiliki sikap dan pandangan yang positif dalam menjalani kehidupan.

Selamat membaca.

Regards,
F. Kristiono

Statistik Pengunjung

  • 30,305 Pengunjung