Orang Baik Meninggalkan Nama Baik

0 Comments


Gambar : Google Movie


Semua orang pasti punya ingin mempunyai ‘’ nama baik ‘’ sehingga ada ungkapan ‘’ Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama ‘’ persoalannya nama baik atau nama buruk ? Ada kalimat  bijak mengatakan “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.” Jadi jelas dong kita mau agar nama baik kita tetap dikenang. Jika begitu harusnya kita semua berlomba-lomba untuk melakukan hal-hal yang baik dalam menjalani kehidupan ini  dan jika kehidupan harus berakhir kita akan diingat sebagai ‘’ orang baik yang meninggalkan nama baik ‘’

Tetapi pada kenyataannya banyak orang diingat  bukan karena nama baiknya, tetapi justru sebaliknya, terbukti dengan banyaknya pejabat negara, anggota DPR, oknum penegak hukum, pengusaha besar dsb yang berurusan dengan hukum karena melakukan praktek KKN ( Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ), sehingga nama baik yang sudah dibangun bertahun-tahun lenyap seketika. Tidak mau ketinggalan pula, public figure seperti artis ataupun tokoh masyarakat harus berurusan dengan hukum karena terlibat, penipuan, memakai narkoba, menyebarkan berita hoax dsb , akhirnya nama baiknya hancur dan harus berurusan dengan hukum. Memang tidak mudah membangun nama baik karena membutuhkan komitmen dan integritas yang tinggi dan harus mempunyai iman yang kuat.

Gambar : Bp. JO waktu meresmikan Gramedia Solo dan Balai Soedjatmoko

Walaupun begitu, masih banyak tokoh atau ‘’ orang baik yang meninggalkan nama baik ‘’ salah satunya adalah Bp. Jakob Oetama ( 1931-2020 ) tokoh pers, pendiri dan pemimpin surat kabar Kompas atau Kelompok Kompas Gramedia ( KG ) yang juga seorang tokoh bangsa, humanis sejati yang melintasi batas-batas suku bangsa, tradisi sosiokultural dan agama, yang peduli keindonesiaan dan kemanusiaan. Bapak Jakob Oetama ( JO ) dipanggil sang pencipta pada hari Rabu ( 9/9/2020 ) pukul 13.05 di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading Jakarta karena sakit yang dideritanya. Ada banyak orang yang berduka dan merasa kehilangan atas berpulangnya Bapak JO.   

Rasa kehilangan tidak hanya dirasakan seluruh karyawan yang bekerja di KG, termasuk saya pribadi sebagai bagian dari karyawan KG, tetapi dirasakan juga hampir semua masyarakat di Indonesia yang bisa merasakan karya dan dedikasi Bapak Bp. JO  untuk bangsa dan negara ini, baik melalui karya yang dihasilkan dari Unit Usaha KG yang memberi kontribusi yang yang tidak kecil bagi Negara ini, maupun dari masyarakat yang pernah merasakan kebaikan Bp. JO secara pribadi yg  banyak memberikan bantuan untuk lembaga sosial, yayasan, karyawan maupun pribadi-pribadi yang bahkan tidak dikenal oleh Bp. JO.   

Gambar : Dokumentasi pribadi

Banyak testimony yang disampaikan dengan berpulangnya Bp. JO , mulai dari Presiden Joko Widodo, Bp. M. Jusuf Kalla , Bp. Azyumardi Azra dan berbagai tokoh masyarakat, termasuk yang menulis secara pribadi di Surat Pembaca Kompas dan diberbagai media yang menunjukkan bahwa Bp. JO memang ‘’ orang baik yang meninggalkan nama baik ‘’ yang akan selalu dikenang dan tidak akan terlupakan. Bahkan penulis mengetahui sendiri bahwa Bp. JO adalah orang yang sangat baik dan selalu berbagi kepada sesama dengan tidak membedakan-bedakan latar belakangnya. Bagi Bp. JO berbuat baik itu bisa tertuju kepada siapa saja, walaupun dia tidak mengenalnya. Dalam hal ini penulis mempunyai pengalaman langsung menyalurkan bantuan dari Bp. JO untuk mereka yang membutuhkan.

Pada waktu bertugas di Gramedia Yogyakarta dari tahun 2004 sd 2011 penulis secara rutin hampir setiap bulan meyalurkan bantuan Bp. JO pribadi kepada berbagai siswa/siswi SLTP/SLTA yang tidak mampu di Daerah istimewa Yogyakarta ( DIY ) yang tidak bisa membayar uang SPP dan biasanya menunggak lebih dari 1 tahun dan nilainya cukup besar sekitar 1 sd 3 juta. Siswa tersebut menulis surat pribadi kepada Bp. JO untuk meminta bantuan menyelesaikan tunggakan SPP dengan melampirkan surat dari sekolah siswa tersebut yang berisi infromasi kekurangan pembayaraan SPP yang harus diselesaikan. Melalui Mbak Etty Sri Marianingsih Sekretaris Pribadi Bp. JO, penulis dihubungi dan diminta untuk menyelesaikan kekurangan pembayaran SSP siswa yang meminta bantuan dan langsung diserahkan ke pihak sekolah dengan sepengetahuan siswa yang bersangkutan.

Gambar : Penulis bersama Bp. JO di Gramedia Jogja pada saat kunjungan setelah gempa di Jogja

Setelah mendapatkan bantuan dari Bp JO kemungkinan siswa tersebut bercerita kepada teman-temannya yang juga yang tidak mampu sehingga mereka juga mengirim surat juga kepada Bp. JO untuk meminta bantuan juga, sehingga penulis beberapa kali menyalurkan bantuan dari Bp. JO  kepada beberapa siswa di sekolah yang sama. Sepengetahuan penulis permintaan bantuan sumbangan yang ditujukan kepada Bp. JO tidak ada yang ditolak walaupun pak JO tidak mengenal mereka. Pada saat penulis bertugas di Surabaya di akhir tahun 2017 , bantuan dari Bp. JO masih terus disalurkan kepada mereka yang membutuhkan melalui teman yang bertugas di Gramedia Yogyakarta.  Berkat kebaikan dari Bp. JO banyak siswa/siswi dari berbagai sekolah di DIY yang tidak mampu bisa menyelesaikan sekolahnya.

Pengalaman pribadi lainnya sebelum hal diatas, adalah bertemu dengan Bp. JO  waktu pertama kali pada bulan Oktober 2003 pada saat pembukaan Gramedia dan peresmian Bentara Budaya ( sebelumnya Balai Soedjatmoko ) di Surakarta. Saat berberbicang dengan saya, dan mengetahui bahwa saya tinggal di Yogyakarta dan masih tinggal di rumah kontrakan, Bp. JO berkata : ‘’ Mas Kris  beli saja rumah di Yogyakarta dan tinggal di Yogyakarta  nanti biar dibantu Perusahaan ‘’ Atas kebaikan Bp. JO saya mempunyai rumah sendiri di Yogyakarta dan bertempat tinggal sampai sekarang di kota Yogyakarta. Masih ada beberapa kali perjumpaan pribadi dengan Bp. JO yang sangat berkesan dan membuat saya tidak pernah melupakannya.

Gambar : Dokumentasi pribadi

Sebagai karyawan KG kami semua sangat hormat dan sangat bangga mempunyai pemimpin seperti Bp. JO yang menjalankan kepemimpinan yang mengayomi ( melindungi, melayani, mendampingi dan memberikan arahan hidup yang lebih baik ). Bp. JO adalah orang yang selalu bersyukur atas kebaikan Tuhan. Berkali-kali Bp. JO mengatakan bahwa ‘’ lintasan perjalanan hidupnya bukanlah rangkaian peeristiwa yang terjadi secara kebetulan belaka tetapi semuanya atas penyelenggaraan Illahi ‘’ inilah makna dari ‘’ Providentia Dei ‘’ yang sering dituturkannya. Sebagai karyawan KG kami semua bangga karena Bp JO selalu menekankan bahwa ‘’ Kesuksesan itu harus diraih dengan cara-cara yang etis dan mengutamakan nilai-nilai kejujuran ‘’ Ajaran Bp. JO itu pasti tertanam betul didalam setiap karyawan KG dari jabatan yang tertinggi sampai karyawan operasional. Selain itu nilai ke Indonesiaan betul-betul ditanamkan dalam seluruh karyawan KG, bahwa Unit Usaha Kelompok kompas Gramedia adalah Indonesia kecil , yang merangkum segenap karyawan dari dari Sabang hingga Merauke , tanpa memandang atribut primordial lainnya. Bp. JO adalah ‘’ orang baik yang meninggalkan nama baik ‘’ Namanya akan selalu terukir sebagai tokoh bangsa yang dikagumi dan dihormati , pahlawan kemanusiaan yang akan selalu diingat oleh semua orang. Pembaca yang hebat untuk menjadi  ‘’ orang baik yang meninggalkan nama baik ‘’ memang tidak mudah, ada proses panjang yang harus dilalui dan tentu saja harus ada komitmen dan integritas yang tinggi. Bp. JO adalah sosok yang bisa diteladani. Dengan segala pencapaian dan semua yang dimilikinya  beliau tetap menjadi orang yang sederhana dan mempunyai nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi dan memperlakuan semua orang sama derajatnya serta selalu berbuat baik tanpa harus menunjukkan kebaikkannya.  Bagi saya pribadi dan juga untuk kita semua beliau mengajarkan untuk  ‘’ Berusahalah menjadi yang terbaik dalam bidangmu, tetapi ingatlah bahwa  hidup tidak sebatas menjadi yang terbaik, tetapi bagaimana bisa menjadi orang baik tanpa harus menyatakan bahwa kita adalah orang yang baik “ Dalam hidup ini semua orang tentu ingin hidupnya sukses dan bisa menikmati kesuksessannya tetapi ‘’ Jangan korbankan nama baik hanya karena keuntungan dan kenikmatan sesaat, jangan korbankan integritas hanya karena ingin cepat kaya, jagalah nama baik karena itu akan dikenang selamanya ‘’ Semoga kita ‘bisa  ‘’ menjadi orang baik yang meninggalkan nama baik ‘’ Amin…

‘’ Jangan korbankan nama baik hanya karena keuntungan dan kenikmatan sesaat, jangan korbankan integritas hanya karena ingin cepat kaya, jagalah nama baik karena itu akan dikenang selamanya ‘’ 

( F. Kristiono )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

About

Inspiring Says atau dalam Bahasa Indonesia berarti
“perkataan yang menginspirasi”
adalah suatu web yang berisi cerita bermakna yang memiliki tujuan untuk menginspirasi pembacanya untuk selalu memiliki sikap dan pandangan yang positif dalam menjalani kehidupan.

Selamat membaca.

Regards,
F. Kristiono

Statistik Pengunjung

  • 30,267 Pengunjung