Tetaplah Bersyukur

0 Comments


Gambar : Dokumentasi pribadi


Keadaan dan situasi saat ini mungkin membuat kita cemas, kuatir, bingung dan juga stress, karena hampir semua informasi yang kita dengar baik melalui koran, TV, radio ataupun media sosial kurang menggembirakan untuk didengar. Belum lagi dengan berbagai permasalahan yang kita hadapi dalam kehidupan kita sehari-hari, baik dalam keluarga, pekerjaan dsb. Kondisi tersebut membuat kita akhirnya sering mengeluh dan mengeluh terus sampi lupa untuk bersyukur atas semua kebaikan yang sudah kita terima selama ini dari Tuhan, karena kita cenderung hanya melihat dari sisi yang negative saja.

Mengeluh seolah menjadi hal yang rutinitas dalam kehidupan kita sehari-hari. Ketika hujan menggerutu, sebaliknya jika cuaca panas juga menggerutu. Banyak anak mengeluh, tidak punya anak juga mengeluh. Punya pekerjaan mengeluh, tidak punya pekerjaan semakin mengeluh. Punya rumah kecil mengeluh, apalagi tidak punya rumah dan masih banyak lagi keluhan-keluhan lain. Padahal selama ini Tuhan sudah memberikan kita tubuh yang sehat, pekerjaan yang baik walaupun belum sesuai harapan kita, mempunyai rumah untuk berteduh walaupun mungkin masih mengontrak. Bisa memberi pendidikan yang baik untuk anak-anak kita walaupun kadang mengalami kesulitan dalam membiayai pendidikannya dsb. Masih banyak lagi kebaikan dan berkat Tuhan dalam hidup kita yang tidak bisa disebut satu persatu yang sudah kita terima tetapi kita masih sering saja mengeluh dan lupa beryukur. Mungkin dalam hidup kita tidak selalu harapan yang kita inginkan belum terwujud, walaupun begitu ” tetaplah bersyukur walaupun harapan yang kamu inginkan kadang tidak sesuai dengan kenyataan dan jangan merasa  dirimu orang yang sangat menderita karena masalah yang kamu hadapi, karena kunci kebahagiaan adalah pada jiwa yang bisa bersyukur dalam segala keadaan dan situasi “

Gambar : Ibu Paijem & Aris Nugroho

Beberapa waktu yang lalu ketika saya kesalah satu ke RS Swasta di Yogyakarta, saya bertemu dengan seorang ibu bernama Paijem ( 39 thn ) yang menggendong anaknya bernama Aris Nugroho ( 20 thn ) yang menderita penyakit ‘’ hydrocephalus ‘’, yang membuat kepala Aris membesar tetapi bentuk tubuhnya tetap kecil dan hanya bisa berbaring saja serta mengalami kesulitan berbicara dan menggerakkan anggota tubuhnya, tetapi Aris masih bisa merespon jika diajak berbicara. Saat itu Ibu Paijem sedang  menyuapi Aris untuk makan siang. Ibu Paijem bercerita bahwa setiap hari sabtu membawa Aris ke RS untuk menjalani terapi berupa terapi wicara dan fisioterapi dengan menggunakan BPJS Kesehatan.

Dari rumah saudaranya  di  Desa Tinggas Cepaka RT 06, RW 49  Sumber mulyo, Bambanglipuro Bantul , Ibu Paijem naik taxi atau angkutan online dan itu sudah dijalaninya selama bertahun-tahun dan tentu  menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Beruntung walaupun tidak dapat bekerja karena harus merawat Aris , Ibu Paijem mendapat bantuan dari para relawan dan orang-orang yang bersimpati dengannya selama ini. Sebelumnya berbagai pekerjaan sudah dijalani Ibu Paijem bahkan sampai mengemis dia lakukan untuk membiayai pengobatan Aris.

Waktu masih bayi, Aris tidak mengalami gejala apapun , namun saat menginjak usia 8 bulan ia mengalami panas tinggi. Setelah diperiksa dokter dan diberi suntikan di sekitar kepala, lambat laun kepalanya membesar tetapi perkembangan tubuhnya tidak maksimal. Waktu mengetahui kondisi Aris tersebut suami Ibu Paijem meninggalkannya sampai sekarang. Sampai saat ini Aris masih bisa bertahan hidup karena bantuan operasi penanaman selang dibagian otak sampai ke usus, dengan tujuan mengurangi paling tidak sebagian cairan yang ada di kepala untuk dibuang di pencernaannya.

Ibu Paijem bercerita ‘’ Aris anak yang pintar , ia selalu terbangun pag- pagi sekali dan dan berteriak meminta segera saya sholat tahajud kalau saya tertidur ‘’ Walaupun mengalami kondisi yang sangat tidak mudah selama berpuluh tahun ‘’Ibu Paijem tetap bersyukur kepada Tuhan, karena sampai saat ini dia tetap bisa hidup dan merawat Aris dengan bantuan dari orang-orang yang simpati kepadanya ’’. Dia percaya Tuhan punya banyak cara untuk menolong hambanya yang menderita. Ibu Paijem hanya berharap Aris diberikan umur panjang supaya mereka bisa tetap hidup terus bersama. 

Jika Anda berkenan membantu Ibu Paijem bisa bertemu langsung Dirumah Adiknya di Tinggas Cepaka RT 06, RW 49  Sumber mulyo, Bambanglipuro Bantul atau bisa transfer dana melalui rekening : BRI 6630.01.0099240.53.9 a/n Ibu Paijem.

Pembaca yang hebat..!! Dalam hidup ini seringkali harapan yang kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan, bahkan karena begitu banyaknya persoalan yang kita hadapi kadangkala membuat kita bingung dan tidak tahu harus berbuat apa, tetapi jangan lupa untuk selalu bersyukur. Hidup kita mungkin saat ini dalam penderitaan, tetapi jangan juga merasa kita adalah orang yang paling menderita, kita bisa belajar dari kehidupan ibu Paijem dan anaknya Aris yang hidupnya mungkin lebih menderita dari kita tetapi tetap bisa bersyukur. Selama kita hidup terlalu banyak kebaikan dan pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita, jangan karena beberapa persoalan yang kita hadapi membuat kita lupa untuk bersyukur dan merasa tidak berbahagia. “ Bersyukurlah selalu,  karena bukan bahagia yang menjadikan kita bersyukur, tetapi bersyukur yang menjadikan kita bahagia. “ Agar Anda tidak lupa untuk mengucap syukur maka ingatlah selalu :

1..Semua yang diperoleh saat ini adalah berasal dari Tuhan. Oleh sebab itu jangan pernah merasa sombong dan tinggi hati atas semua yang sudah Anda peroleh dan jangan beranggapan semua yang anda peroleh semuanya seolah usaha Anda sendiri, karena ada orang yang turut berperan dalam hal itu, dan terutama ada campur tangan Tuhan dalam hidup Anda.

2..Segala berkat yang diperoleh bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi berbagilah kepada sesama yang membutuhkan. Kita tidak tahu sampai kapan kita ada di dunia ini, oleh sebab selama ada kesempatan teruslah berbuat baik kepada sesama dan jangan pernah berhenti berbuat baik selama kita masih diberi kehidupan.

3..Untuk memuji dan meninggikan Nama-Nya selalu. Tuhan sangat menghargai dan senang kepada Insan ciptaan-Nya yang meninggikan nama-Nya dan selalu mengucap syukur untuk segala kebaikan-Nya, karena itu jalinlah selalu hubungan yang dekat dengan Tuhan melalui ibadah, pujian dan doa yang selalu kita panjatkan kepada-Nya.

4..Mematuhi dan menjalankan apa yang menjadi perintah Tuhan dengan sungguh-sungguh. Segala yang baik , semua yang benar dan semua yang Tuhan inginkan dalam hidup kita harus kita jalankan dan menghindari segala hal yang tidak berkenan dihadapan-Nya.

5..Menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Terkadang kita lupa memposisikan diri seolah yang berkuasa, karena jabatan kepandaian dan harta yang kita miliki, oleh sebab itu selalu tahu diri dan instropeksi diri harus selalu kita lakukan agar kita tidak terlalu menempatkan diri pada posisi yang bukan pada tempatnya dan selalu mengingat bahwa semua yang kita miliki dan kita peroleh adalah berkat dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Kita adalah hanya sebagai alat dan Tuhanlah yang berkuasa sepenuhnya atas hidup kita.

Mungkin Anda sedang tidak bahagia karena kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, atau baru mendapat musibah , atau baru saja di di-PHK dsb, ingatlah Anda masih bisa menelan ludah, masih bisa makan dan menggerakkan anggota tubuh lainnya. Maka bersyukurlah, dan berbahagialah…! Jangan menjadi pengeluh, penggerutu, penuntut abadi, tapi bijaksanalah untuk bisa selalu think and thank (berpikir, kemudian berterima kasih/bersyukur). ” Bersyukur adalah hal yang biasa jika semuanya serba ada, tetapi bisa tetap bersyukur walaupun serba tidak ada itulah yang luar biasa “ Amin…


”  Bersyukurlah selalu,  karena bukan bahagia yang menjadikan kita bersyukur, tetapi bersyukur yang menjadikan kita bahagia “

( F. Kristiono )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

About

Inspiring Says atau dalam Bahasa Indonesia berarti
“perkataan yang menginspirasi”
adalah suatu web yang berisi cerita bermakna yang memiliki tujuan untuk menginspirasi pembacanya untuk selalu memiliki sikap dan pandangan yang positif dalam menjalani kehidupan.

Selamat membaca.

Regards,
F. Kristiono

Statistik Pengunjung

  • 30,305 Pengunjung