Waspadai Banjir Informasi

0 Comments


Gambar : Dokumentasi pribadi


Banjir informasi itulah yang dialami pengguna internet di mana pun, tidak terkecuali di Indonesia. Saat menonton televisi, membaca koran, mendengarkan radio, membuka mesin pencari untuk berselancar di dunia maya, dan login ke beberapa media sosial, mereka langsung diterjang berbagai informasi. Informasi kini menjadi barang murah yang mudah didapat. Internet itu lautan informasi, yang mudah dicari dengan Google atau mesin pencari lain. Bahkan apa yang tersedia di internet kadang tak perlu dicari. Mereka datang sendiri melalui media sosial. Di twitter dan di whatsapp misalnya, saat kita mengikuti akun-akun media, otomatis kita akan melihat berita yang dibagikan, tak peduli kita mencari atau tidak, tak peduli kita suka atau tidak, banyak infromasi yang masuk ke ponsel kita tanpa bisa menolaknya karena langsung masuk begitu saja, terutama melalui group percakapan yang kita ikuti. 

Jika kita aktif di media sosial membuat kita semua harus ‘’ waspadai banjir informasi ‘’ , karena  informasi yang beredar tidak semuanya benar, bahkan bisa dikategorikan sebagian besar informasi yang beredar hoaks. Bagi sebagian orang mungkin hoaks dianggap masuk akal karena sesuai dengan kondisi emosi dan keyakinan mereka. Kepercayaan , terhadap hoaks bisa juga karena kelelahan masyarakat menghadapi pandemic covid 19. Kondisi yang terjadi Ini mendorong mereka mencari informasi alternative yang beredar di media sosial yang sangat mudah mereka dapatkan. Padahal disisi yang lain belum semua orang mampu membedakan antara berita benar dan hoaks. Hoaks kerap bersifat bombastis dan kebetulan hal seperti itu disukai oleh masyarakat pada umumnya.

Infodemi atau banjir informasi kadang membuat kita kesulitan memilah mana berita benar dan bohong. Infodemi ini sama bahayanya dengan pandemi. Masyarakat menganggap bahwa informasi yang dimuat di media, baik media digital maupun konvensional, dianggap pasti sudah disaring dan melalui proses kontrol kualitas padahal belum tentu. Kalau untuk media resmi dan dibawah naungan dewan pers mungkin masih bisa dipertanggungjawabkan tetapi jika itu adalah media yang tidak terdaftar secara resmi dan diakui oleh pemerintah, maka masyarakat harus berhati-hati dan kalau perlu mengecek kebenarannya. Jangan sampai kita tersesat dengan informasi yang hoaks dan justru ikut menyebarkannya apalagi mengambil keputusan hanya karena informasi yang tidak benar tentu akibatnya bisa fatal. 

Pembaca yang hebat …!! ‘’ Waspadai banjir informasi ‘’ ,  karena banjirnya infromasi itu sudah terjadi dalam kehidupan kita saat ini mulai dari kita bangun tidur sampai di malam hari kita mau tidur lagi, setiap hari kita disesaki informasi yang beragam. Begitu beragamnya sampai informasi yang sama bisa bermakna banyak sesuai dengan tafsir masing-masing pengguna media sosial. Sebagai manusia yang bijak kita semua harus pandai dalam mengolah banjirnya infromasi yang kita terima dan mengetahui dampaknya serta pengaruh media sosial pada diri kita. Dengan kondisi yang seperti itu bagaimana kita harus meyikapinya ..? Ada beberapa tips sederhana sbb : 

  1. Memilah informasi yang didapat dan lakukan cek dan ricek.

Setiap informasi yang didapat harus selalu dipilih apakah itu bermanfaat bagi kita atau tidak dan lakukan juga cek dan ricek kebenaran informasi tersebut, apakah dari sumber yang dapat dipercaya atau tidak.  Ada beberap langkah sederhana yang bisa dilakukan agar kita tidak salah dalam menerima pesan atau informasi yang kita terima :

  • Menganalisis isi pesan. Kita harus jeli dalam menganalisa isi pesan. Fakta-fakta yang ada dalam pesan setidaknya harus dikaji ulang dengan cara mencari info yang sama dari sumber lain. Sumber informasi di internet sangatlah banyak. Dari situ kita akan menemukan berbagai macam informasi baru sebagai tambahan.
  • Menilai isi pesan. Setelah mencari info lain dari berbagai macam sumber, tentu kita bisa menilai apakah pesan yang disampaikan benar atau tidak? Fakta yang dijabarkan valid atau tidak? Informasi yang terkandung dalam berita tersebut berimbang atau tidak? Dengan demikian kita bisa tahu isi pesan tersebut memihak pada kebenaran atau hanya punya latar belakang kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
  • Mengelompokkan. Sesudah menganalisa dan menilai isi pesan, kita secara otomatis bisa mengetahui informasi mana yang benar. Selain itu kita juga bisa tahu sumber informasi mana yang bisa kita sebarkan kepada teman, saudara, keluarga dll, baik lewat media social maupun dengan obrolan langsung.
  1. Jangan hanya membaca judul. 

Setiap Media baik media arus utama maupun media online pasti menginginkan berita yang ditampilkan dibaca sebanyak mungkin orang, oleh sebab itu judul yang ditampilkan akan dibut semenarik mungkin, apalagi media online yang sangat bergantung pada klik. Semakin banyak klik, semakin terbuka peluang mendapat iklan. Agar mendapat klik tinggi dari media sosial, judul harus dibuat semenarik mungkin. Sayangnya, semenarik mungkin itu bisa terjebak menjadi seprovokatif mungkin, yang seringkali melenceng dari isi berita. Judul berita provokatif tak selalu sama dengan isi berita. Karena itu jangan terkecoh oleh judul. Kita harus membacanya secara lengkap dan jika ingin menyebarkannya, pastikan judul dan isi memang selaras dan dari sumber yang dapat di pertanggungjawabkan

  1. Jangan mudah terpengaruh.

Setiap infromasi apapun yang diterima atau dibaca jangan membuat kita mudah terpengaruh. Pelajari dengan baik apakah informasi itu benar atau tidak, bermanfaat atau tidak buat kita. Kalau perlu diskusikan dengan orang yang kita percaya atau berkompeten agar kita tidak salah dalam menyikapinya.  

 4. Ikuti akun-akun yang terpercaya.

Lebih baik kita mengikuti akun-akun yang terpercaya dan mempunyali legalitas yang jelas jika ingin  mencari informasi apapun yang diperlukan. Jangan ikuti akun-akun yang hanya memprovokasi, mengadu domba dan menimbulkan keonaran. Kita bisa mencari informasi dari mana saja tetapi jangan mudah percaya begitu saja, harus tetap kritis dan selalu lakukan cek dan ricek. 

Banjir informasi yang diterima masyarakat melalui media berbasis internet atau media sosial sering kali membawa dampak negatif karena banyak menimbulkan konflik. Kabar bohong, fitnah, maupun berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, banyak beredar dan dipercaya sebagai suatu kebenaran, oleh sebab itu kita harus betul-betul menyeleksi dengan cermat. Fenomena infodemi ini perlu diimbangi oleh kita semua dengan berpikir logis dan bersikap kritis dalam mencari atau menerima informasi. Semua informasi yang diterima dari media sosial atau group percakapan di ponsel harus diverifikasi lagi, karena tidak semua yang beredar di media sosial itu benar. ” Lakukan selalu cheks and recheck setiap informasi yang akan disebarkankan, jangan sampai merugikan orang lain dan diri sendiri karena salah dalam memberikan  informasi. “ kita harus ‘’ Waspadai banjir informasi ‘’ yang sudah terjadi saat ini untuk kebaikan kita sendiri.

Pada dasarnya, sebagai manusia yang bijak, tentu kita harus pandai dalam mengolah informasi dan mengetahui dampak serta pengaruh media sosial kepada diri kita. ‘’ Mudahnya akses informasi harus diimbangi dengan filter yang kuat dan sikap yang bijak, karena itu carilah informasi yang benar, terpercaya, bermanfaat dan bisa dipertanggungjawabkan. ” Setiap infromasi yang kita terima jangan mudah untuk di share atau dibagikan jika kita sendiri belum tahu kebenarannya. Kalau perlu kita cek dulu kebenaran informasi itu melalui situs untuk mengecek kebenaran infromasi baik dari Mavindo, Kementrian Kominfo maupun lainnya. Informasi yang tidak benar atau hoaks memiliki beragam dampak, seperti mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah hingga berpotensi mengancam keutuhan dan persatuan bangsa. Konsekuensi penyebaran dapat berupa pengenaan sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. ‘’ Mudahnya informasi yang didapat harus diimbangi dengan sikap bijak , karena itu seleksi informasi, kecermatan dan kontrol diri harus menjadi prioritas dalam menerima dan menyebarkan informasi yang didapat ‘’ Mari kita bijak dalam ber media sosial.

‘’ Mudahnya akses informasi harus diimbangi dengan filter yang kuat dan sikap yang bijak, karena itu carilah informasi yang benar, terpercaya, bermanfaat dan bisa dipertanggungjawabkan “

( F. Kristiono )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

About

Inspiring Says atau dalam Bahasa Indonesia berarti
“perkataan yang menginspirasi”
adalah suatu web yang berisi cerita bermakna yang memiliki tujuan untuk menginspirasi pembacanya untuk selalu memiliki sikap dan pandangan yang positif dalam menjalani kehidupan.

Selamat membaca.

Regards,
F. Kristiono

Statistik Pengunjung

  • 30,305 Pengunjung